Kombinasi madu Habbatussauda jadi perlindungan daya tahan tubuh di akhir tahun

Rabu, 29 Desember 2021 | 03:01 WIB ET

Jakarta - Pada 26 November 2021, World Health Organization (WHO) menetapkan Omicron sebagai Variant of Concern (VOC) serta menunjukkan peningkatan risiko infeksi ulang terkena Covid-19. Meski tren angka Covid-19 di Indonesia cukup menurun, namun, masyarakat tetap perlu waspada, apalagi dengan munculnya varian baru virus Corona tersebut dan mulai memasuki musim liburan Natal dan Tahun Baru. Tentu kita masih ingat mengenai puncak gelombang kedua Covid-19 di pertengahan Juli 2021 lalu dimana sebagian besar ditengarai oleh aktivitas dan mobilitas masyarakat jelang libur Lebaran dan libur anak sekolah. Oleh karena itu, meningkatkan daya tahan tubuh menjadi sangat penting. 

Manfaat habbatussauda untuk daya tahan tubuh

Habbatussauda atau Nigella sativa merupakan salah satu jenis tanaman subtropis dari Timur Tengah. Sejak lama, biji tanaman ini telah dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk berbagai macam jenis penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuh. Habbatussauda memiliki berbagai kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin A, B1, B6, C, dan E. Herbal ini termasuk dalam kelompok imunostimulan fitogenik dengan kandungan thymoquinone. Senyawa thymoquinone memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antivirus, antimikroba, dan imunomodulator. 

Tim Edukasi Media Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Afifah K. Vardhani, M.Si. menjelaskan, “Banyak herbal yang diyakini dapat membantu menjaga daya tahan tubuh seperti habbatussauda yang telah terbukti memiliki potensi terapeutik terhadap infeksi virus, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan pada pasien COVID-19. Saat ini, semakin banyak studi pemodelan yang membuktikan bahwa thymoquinone pada habbatussauda dapat menempel pada protein spike virus Covid-19 dan menghambat virus untuk menginfeksi paru-paru. Selain itu, thymoquinone juga mampu memblokir badai sitokin yang mempengaruhi keparahan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.”

Thymoquinone pada habbatussauda mampu menunjukkan aktivitas antivirus serta menghambat replikasi virus SARS-CoV-2.  Kandungan thymoquinone dalam habbatussauda memiliki potensi menghentikan aktivitas virus corona dalam tubuh.

Herbal yang terkenal dengan julukan ‘Penyembuh Segala Macam Penyakit’ ini juga teruji secara klinis dapat meningkatkan respon imun, mengurangi respon peradangan, serta membantu mengurangi efek samping dari konsumsi obat-obatan medis. 

Habatussauda juga menjadi salah stau herbal yang disebut dalam surat edaran Nomor HK.02.02/IV/2243/2020 Kementerian Kesehatan RI mengenai pemanfaatan tanaman herbal untuk memelihara kesehatan, pencegahan penyakit, dan perawatan kesehatan. 

Manfaat madu untuk daya tahan tubuh

Sama dengan habatussauda, madu sudah sejak lama dikenal masyarakat di berbagai belahan dunia memiliki berbagai macam manfaat untuk kesehatan. Selain rasanya yang manis, madu mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Nutrisi tersebut adalah  vitamin A, B kompleks, C, E, K, asam fenolik, karotenoid, flavonoid. Senyawa fitonutrien pada madu dapat memperkuat sel imun dalam tubuh. Hal ini dapat memperkecil peluang terjadinya infeksi. Terlebih, madu juga berkhasiat sebagai antijamur dan antibakteri. Dengan demikian, mengkonsumsi madu secara rutin dapat merangsang tubuh untuk memproduksi sel-sel imunitas dan metabolisme tubuh akan menjadi lebih kuat. 

Lebih lanjut dr. Afifah K. Vardhani, menjelaskan “Mengkonsumsi madu dapat menjadi salah satu terapi tambahan untuk pasien Covid-19. Studi in vitro yang dilakukan di berbagai penelitian menunjukkan bahwa komponen chrysin, kaempferol, dan quercetin pada madu mampu menghambat masuknya virus ke sel inang dan menghambat replikasi virus. Dan berdasarkan uji praklinik, chrysin dan kaempferol  membantu menghambat peradangan pada paru-paru,” kata dr Afifah.

Kombinasi madu dan habbatussauda berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, serta baik untuk dijadikan terapi tambahan khususnya di musim liburan akhir tahun. Kombinasi habbatussauda dan madu juga efektif mempercepat pemulihan pasien Covid-19 serta peningkatan daya tahan tubuh pada pasien Covid-19.  Kebaikan madu dan habbatussauda dapat diperoleh secara praktis dalam KOJIMA.

Produk Kojima dari PT Deltomed Laboratories. 

Diany Kemalasari, Brand Manager KOJIMA menjelaskan, “Konsumsi madu habbatussauda KOJIMA selama pandemi dan musim libur sangat baik untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan imunitas seluruh anggota keluarga. Kandungan madu dan habbatussauda dalam KOJIMA berfungsi sebagai imunostimulan yang memelihara dan meningkatkan daya tahan tubuh, serta phytonutrients sebagai penambah nutrisi alami juga telah dibuktikan oleh Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada. Selain itu, KOJIMA juga mengandung buah kurma sebagai sumber nutrisi dan antioksidan tinggi yang baik bagi tubuh, serta tambahan asam jawa (tamarin) yang membuat rasa KOJIMA  enak dan menyegarkan.” 

“KOJIMA aman untuk dikonsumsi setiap hari oleh anak, dewasa maupun lansia. Untuk mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh sebaiknya minum KOJIMA 2 kali sehari setiap hari. KOJIMA dapat diminum langsung atau dikonsumsi sebagai pendamping makanan dan minuman untuk menambah kelezatan. KOJIMA saat ini juga hadir dalam kemasan stickpack 15ml, botol 280ml, botol PET 140ml dan botol PET 100ml yang praktis, ekonomis dan terjangkau,” tutur Maria Eleison, Head of Marketing PT Deltomed Laboratories. kbc2

Bagikan artikel ini: