Micro lockdown kebijakan efektif tangkal varian Omicron

Selasa, 28 Desember 2021 | 07:06 WIB ET

Jakarta - Pemerintah bakal menerapkan kebijakan micro lockdown jika ditemukan kasus COVID19 varian Omicron. Deputi II Kepala Staf Kepresidenan RI Abetnego Tarigan menyampaikan ini di Jakarta, Senin (27/12), menanggapi informasi soal satu pasien COVID19 yang lolos karantina wisma atlet.

"Bila ada kasus, maka micro lockdown dinilai menjadi kebijakan yang efektif," tegas Abetnego. 

Seperti diketahui, sebelumnya Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap, ada satu orang yang lolos karantina wisma atlet. Hal ini memicu kekhawatiran apakah sebenarnya varian Omicron sudah menyebar ke daerah lain.

Menurut Abetnego, sampai saat ini kasus COVID19 varian Omicron berasal pelaku pelaku perjalanan luar negeri. Karena itu pintu-pintu masuk, pusat karantina, dan isolasi yang diperketat. "Pemerintah juga terus tingkatkan testing dan tracing," kata Abet.

Selain itu lanjut Abetnego, penerapan protokol kesehatan ketat dan percepatan vaksinasi juga menjadi strategi ampuh untuk menangkal transimisi lokal COVID19 varian Omicron. 

Abetnego menambahkan, sebagai lembaga yang bertugas mengawal program prioritas Presiden dan Wakil Presiden, KSP akan terus melakukan monitoring, terutama pada titik-titik krusial seperti di bandara, pelabuhan, serta pusat-pusat karantina dan isolasi. 

"Monitoring sudah berlangsung sejak awal pandemi COVID19. Tentunya hasil monitoring ini dikomunikasikan oleh Kepala Staf Kepresidenan kepada Presiden," pungkas Abetnego. 

Bagikan artikel ini: