Pertamina salurkan modal usaha untuk pelaku UMKM di Jatim Balinus Rp7,7 miliar

Senin, 27 Desember 2021 | 18:36 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pertamina gelar penandatanganan akad Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK) dalam rangka penyaluran modal usaha bagi pelaku UMKM area Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (16/12) bertempat di Kantor Pertamina Regional Jatimbalinus, Surabaya. Hadir dalam kegiatan penandatanganan Executive GM Pertamina Regional Jatimbalinus, Deny Djukardi bersama jajaran manajemen Pertamina Regional Jatimbalinus.

Pertamina menyalurkan lebih kurang 7,7 milyar rupiah pinjaman modal usaha kepada 68 UMKM dan pelaku usaha lainnya yang tersebar di area Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara. Dalam penyaluran kali ini, dalam rangka sinergi lini bisnis Pertamina dan UMKM, Pertamina salurkan 7 milyar rupiah untuk outlet pangkalan UMKM dalam program Pinky Movement, dan 750 jt rupiah untuk pelaku usaha PERTASHOP.

"Kami sangat berterimakasih kepada Pertamina yang terus berupaya mendukung pengembangan UMKN dan pelaku usaha lainnya, Jawa Timur khususnya. Terlebih di masa pandemi ini, dimana kami pelaku usaha sangat kekurangan modal dan membutuhkan upskilling agar usaha kami dapat tetap bertahan dan bisa tetap maju dan lebih baik lagi. Kami sendiri dari program Pinky Movement dan PERTASHOP merasa bangga bisa masuk menjadi keluarga besar UMKM mitra binaan Pertamina. Kami sudah melihat sendiri, bagaimana Pertamina tidak hanya menyalurkan pinjaman modal usaha kepada UMKM, tetapi juga fokus kepada pembinaan dan pelatihan. Untuk usaha PERTASHOP sendiri sangat membantu masyarakat disekitar kami yang kelsulitan menjangkau BBM di lokasi lokasi desa yang lumayan kesulitan untuk akses pembelian BBM. Sekali lagi terimakasih Pertamina sudah menerima kami," ujar Andi Mulyadi, pemilik PERTASHOP CV. Berkah Jaya di Surabaya, Senin (27/12/2021).

"Program PUMK Pinky Movement dan PERTASHOP ini merupakan program komitmen perusahaan dalam upaya sinergi lini bisnis perusahaan bersama UMKM dan pelaku usaha. Pinky Movement sendiri merupakan program pinjaman modal usaha kepada UMKM oulet LPG untuk mengembangkan bisnis dengan menjual LPG non subsidi, kemudian juga untuk UMKM pengguna LPG subsidi yang ingin beralih menggunakan LPG non subsidi. Kemudian untuk PERTASHOP sendiri merupakan program Pertamina berupa lembaga penyalur resmi berskala kecil dari Pertamina yang bertujuan untuk melayani kebutuhan konsumen BBM, LPG dan produk ritel Pertamina lainnya dimana PERTASHOP ini menjadi alternatif membuka usaha di daerah yang selama ini jauh dari SPBU. Kami harap dengan dilaksanakannya penyaluran program hari ini, dapat membantu UMKM dan pelaku usaha demi kelancaran usaha dan perkonomian masyarakat," terang Deny Djukardi, Executive GM Pertamina Regional Jatimbalinus.

Area Manager Comm., Rel. & CSR Pertamina Regional Jatimbalinus, Deden Mochammad Idhani  menambahkan kegiatan penandatanganan akad hari ini merupakan salah satu program kerja Pertamina dalam upaya mendukung perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang tersebar diseluruh wilayah operasional Pertamina. Program ini juga merupakan bagian dari tanggung jawab sosial lingkungan "TSJL" Pertamina dalam Pertamina Berdikari. Pertamina Berdikari ini sendiri merupakan satu dari empat pilar TJSL Pertamina. Tiga sektor lainnya antara lain Pertamina Cerdas yang fokus kepada kegiatan pendidikan, Pertamina Sehati untuk program kesehatan dan Pertamina Hijau untuk kegiatan penghijauan.

Sampai dengan hari ini, untuk tahun ini Pertamina Regional Jatimbalinus menyalurkan lebih kurang Rp 13,3 miliar kepada lebih dari 100 UMKM dan pelaku usaha lainnya yang tersebar di seluruh area Pertamina Jatimbalinus, mulai dari Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara dengan sektoral penyaluran mulai dari sektor industri rumah tangga, perdagangan, peternakan hingga pertanian.kbc6

Bagikan artikel ini: