Bos Kadin sebut 4 insentif yang dibutuhkan pengusaha di tengah pandemi

Jum'at, 10 Desember 2021 | 14:25 WIB ET
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, terdapat empat pertimbangan insentif yang bisa jadi acuan pemerintah untuk mendukung dunia usaha, terutama di tengah pandemi Covid-19 ini. Apa saja?

Pertama, pemerintah harus memberikan relaksasi dan penundaan pembayaran pajak bagi para pengusaha khususnya untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kedua, memberikan keringanan beban biaya produksi, misalnya seperti tagihan listrik.

"Jika ada keringanan penagihan listrik, akan membantu menghemat pengeluaran. Sehingga dana dalam pemulihan ini, perusahaan bisa produktif dulu," tutur Arsjad dalam diskusi virtual, Kamis (9/12/2021).

Ketiga, mengenai relaksasi pembiayaan kredit. Menurut Arsjad insentif ini bisa menjaga likuiditas perusahaan. Maka jika terjadi relaksasi pembayaran kredit akan sangat membantu bagi perusahaan, dan diharapkan akan lebih diperpanjang lagi.

Keempat, Arsjad juga meminta agar pemerintah lebih banyak lagi memberikan bantuan modal kepada UMKM. Program ini memang sudah ada, tetepi pemerintah perlu meninjau lebih jauh lagi, UMKM mana yang memerlukan bantuan langsung.

"Kuncinya balik lagi ke modal kerja, dan semua insentif ini akan sangat membantu bagi para pengusaha, khususnya UMKM," imbuhnya.

Arsjad menilai, modal kerja yang diberikan kepada pengusaha adalah insentif yang paling dibutuhkan. Dia juga optimistis pada 2022 nanti peluang usaha akan lebih banyak lagi, meski masih harus terus waspada terhadap pandemi Covid-19 yang penyebarannya masih ada.

Tetapi, Arsjad juga berharap agar para pengusaha dapat beradaptasi dan bisa hidup berdampingan dengan pandemi ini, dengan syarat protokol kesehatan dan vaksinasi yang tetap harus dilakukan. kbc10

Bagikan artikel ini: