Terdampak erupsi Semeru, 322 UMKM terancam gagal bayar

Jum'at, 10 Desember 2021 | 08:33 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Lumajang Agus Setiawan mengatakan bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur telah mengakibatkan 322 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tidak berproduksi dan berpotensi tidak mampu membayar kredit alias gagal bayar.

Dalam rapat virtual bersama Kadin Jatim, Kamis (9/12/2021) malam Agus mengatakan, berdasarkan pendataan awal, dampak ekonomi akibat bencana Gunung Semeru sangat banyak, oleh karena itu, Kadin akan melakukan pendampingan terhadap pelaku usaha tersebut.

Agus mengatakan, dari hasil komunikasi awal dengan Dinas Koperasi Lumajang tercatat sebanyak 322 UMKM di Kecamatan Candipuro, serta sebanyak 100 UMKM di Kecamatan Pronojiwo terdampak letusan Gunung Semeru.

"Ini masih data awal yang kami terima dari Pemkab Lumajang, termasuk dari Kementerian Koperasi. Kami yakin, masih banyak UMKM yang terdampak namun belum tercatat. Oleh karena itu kami masih melakukan pendataan," katanya.

Sedangkan pelaku usaha peternakan, kata Agus, tercatat ada kepemilikan sapi sebanyak 300 ekor, kambing 500 ekor dan unggas sebanyak 1.300 ekor.

"Estimasi nilai yang kami data awal, kerugian untuk pelaku usaha peternak yang terdampak letusan Gunung Semeru mencapai Rp20 miliar," katanya.

Agus mengatakan, langkah yang akan diambil oleh Kadin Lumajang adalah melakukan advokasi bagi pelaku usaha, dan meminta pemerintah untuk memfasilitasi penghapusan pajak, penundaan pembayaran atau pengurangan kredit bagi pelaku usaha.

"Kami akan berkirim surat meminta kepada pemerintah terkait hal itu, supaya bisa memberikan opsi terbaik bagi pengusaha atau UMKM yang terdampak Gunung Semeru," katanya.

Sementara itu, Ketua Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto mengatakan,  Kadin juga akan menyiapkan pendampingan bagi UMKM yang terdampak, dan menjadi komitmen bersama Kadin Indonesia.

"Ini menjadi komitmen bersama, termasuk permintaan Kadin Indonesia, yakni bagaimana penanganan pascaletusan Gunung Semeru, khususnya bagi pelaku usaha," kata Adik, yang turut dalam rapat virtual itu.

Adik menekankan, bagaimana pendataan dilakukan, khususnya bagi UMKM seperti peternak dan petani, agar bisa bekerja kembali secara normal, termasuk mendorong pemutihan hutang di bank, dan meminta pembebasan pembayaran PBB.

"Memang letusan Semeru membawa dampak ekonomi yang luar biasa. Banyak pengusaha dan UMKM yang terdampak langsung maupun tidak langsung, sehingga menyebabkan timbulnya risiko yang akan berpengaruh terhadap proses bisnis/usaha. Risiko tersebut di antaranya hilangnya potensi penghasilan, kredit macet, utang pajak, putusnya rantai modal, beban pajak/retribusi semakin terasa berat, serta pertumbuhan ekonomi terganggu," katanya.kbc6

Bagikan artikel ini: