GN Lingkaran, ikhtiar BPJAMSOSTEK lindungi pekerja rentan

Sabtu, 4 Desember 2021 | 15:27 WIB ET
istimewa
istimewa

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dalam bidang jaminan sosial ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja di Indonesia, baik pekerja formal atau Penerima Upah (PU) maupun keperja informal atau Bukan Penerima Upah (BPU).

Untuk itu, BPJamsostekk terus melakukan sosialisasi dan inovasi agar jangkauannya dalam memberikan perlindungan semakin luas, khususnya kepada kelompok pekerja informal yang rentan.  Salah satu program yang cukup fantastis dan sangat bagus adalah program Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran) yang mulai dikenalkan pada tahun 2016.

Program GN Lingkaran merupakan inovasi sosial yang ditujukan membantu perlindungan pekerja rentan melalui donasi pembayaran iuran jaminan sosial ketenagakerjaan dari dana CSR perusahaan-perusahaan baik swasta, BUMN/BUMD ataupun sumbangan masyarakat secara individual.

Melalui program GN Lingkaran, perusahaan tersebut berupaya membayarkan iuran para pekerja bukan penerima upah (BPU) yang belum mampu untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan secara mandiri karena keterbatasan penghasilan seperti petani, nelayan, pedagang kecil, pemulung, tukang ojek, dan lain-lain. Adapun premi yang harus dibayar adalah sebesar Rp 16.800 per bulan dengan asumsi penghasilan tenaga kerja rentan sebesar Rp 1 juta per bulan. Dengan pembayaran premi tersebut, maka pekerja rentang akan mendapatkan perlindungan untuk peogram Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Program ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat maupun perusahaan yang hendak berkontribusi menyumbangkan donasi sehingga donatur dapat membantu para pekerja rentan agar terlindungi oleh program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Di Jawa Timur, program ini telah diikut oleh sekitar 20 perusahaan, baik perusahaan swasta maupun BUMD yang memberikan perlindungan kepada sekitar 30.000 pekerja rentang di Jatim. “Ada sekitar 3.000 perusahaan besar di Jatim yang berpotensi bisa bergabung dalam program ini. Untuk itu, kami terus melakukan koordinasi agar semakin banyak tenaga kerja yang terlindungi, khususnya tenaga kerja rentan,” ujar Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Jawa Timur, Deny Yusyulian di Surabaya, Sabtu (4/12/2021).

Lebih lanjut ia mengungkapkan, hingga saat ini tenaga kerja di Jatim, baik PU mapu BPU yang sudah terlindungi BPJAMSOSTEK masih mencapai 3,7 juta tenaga kerja. Jumlah tersebut sangat kecil jika dibandingkan seluruh tenaga kerja yang ada di Jatim yang mencapai sekitar 14,7 juta.

“Tenaga kerja di Jatim yang terlindungi BPJAMSOSTEK masih sangat kecil. Artinya, ini menjadi tantangan bagi kami. Dan kami tidak bisa melakukan edukasi sendiri, untuk itu kami membutuhkan dukungan dari banyak pihak, baik pemerintah maupun swasta,” tandasnya.

Adapun salah satu BUMD yang telah bergabung dalam program GN Lingkaran Bank Jatim. Pada awal tahun 2021, tepatnya pada bulan Februari 2021 Bank Jatim telah mengalokasikan sebagian dari dana Corporate Social Renponcibility (CSR)-nya untuk melindungi 35.000 tenaga rentan.

Dan pada bulan November 2021, Bank jatim kembali mengaloaksikan dana CRS mereka untuk program GN Lingkaran. Ada sekitar 10 ribu tenaga kerja rentan di Surabaya yang mendapatkan kemanfaatan dan secara simbolik telah diserahkan melalui BPJAMSOSTEK Cabang Surabaya Karimunjawa.

"Kali ini Bank Jatim melalui GN Lingkaran kembali memberi perlindungan pada 10 ribu pekerja rentan. Ini yang kedua bagi Bank Jatim, setelah tahun sebelumnya melakukan hal serupa," kata Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Surabaya Karimunjawa, Indra Iswanto.

Puluhan ribu pekerja rentan tersebut terdiri dari 1.000 Laku Pandai (agen lapangan Bank Jatim), 4.000 tukang parkir, dan sisanya dari kalangan guru ngaji, guru madrasah hingga musisi. Mereka diikutkan dalam program JKK dan JKM dengan masa perlindungan selama 3 bulan dan biayanya ditanggung oleh Bank Jatim.

“Kami berharap semakin banyak lagi perusahaan yang peduli, karena program GN Lingkaran ini sudah ada Inpresnya yaitu No 2 tahun 2021 dan juga Pergub no 36 tahun 2021," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: