Genjot swasembada protein, distribusi semen beku BBIB Lembang terbesar ke Jatim

Rabu, 1 Desember 2021 | 18:38 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Lembang  mencatat per 30 November 2021 telah mendistribusikan 1.055.800 dosis semen beku (sperma dari sapi pejantan unggul ) untuk program Sapi Kerbau Komoditas Andalan Negeri (Sikomandan) di provinsi Jawa Timur (Jatim).

Kepala BBIB Lembang Tri Harsi menuturkan optimalisasi teknologi IB massal telah digaungkan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian (Kementan) untuk menggenjot produksi sapi nasional. Adapun tekniknya, memasukkan semen beku yang berasal dari sapi pejantan unggul  ke dalam alat reproduksi ternak betina sehat.Dengan maksud sel telur dibuahi sehingga terjadi kebuntingan.

Selain menyasar kepada perbaikan manajemen reproduksi,program IB juga memperbaiki  mutu genetik ternak sapi.  Menurutnya optimalisasi reproduksi dilakukan secara terintegrasi mulai dari pendistribusian semen beku dan N2 cair, penanggulangan gangguan reproduksi, penguatan pakan serta peningkatan kapasitas SDM inseminator.

Dia menambahkan, peningkatan produksi sapi secara intensif tidak dapat lagi dilakukan melalui  kawin alam. Perbanyakan populasi melalui cara konvensional memiliki resiko kegagalan jauh lebih besar dan penurunan mutu genetik.

"Dengan teknologi IB, potensi keberhasilan program mencapai 70 %. Untuk sampai bunting dibutukan pemberian dua - tiga kali dosis semen beku," ujar Tri Harsi  dalam Ekspose Arah Kebijakan Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2022, Lembang, Jawa Barat, kemarin.

Selain mendistribusikan semen beku untuk program Sikomandan , BBIB Lembang juga melalukan penjualan mandiri ke kelompok peternak Jatim sebesar 33.892 dosis. Artinya total  distribusi semen beku ke Jatim mencapai 1.089.692 dosis.

Sementara untuk distribusi semen beku BBIB skala nasional per 26 Novembet 2021 tercatat 2,66 juta dosis.Perinciannya terdiri dari Srikomandan 1.790.973 dosis. Untuk kebutuhan peternak mandiri sebesar 655,2 ribu dosis dan hibah 26.950 dosis.

"Pasar terbesar masih di Jawa Timur . Kita salurkan semen beku sebanyak 1,03 juta dosis. Setelah itu Jawa Tengah, Jawa Tengah, Kalimantan," terangnya.

Ditargetkan pendistribusian semen beku hingga akhir tahun 2021 mencapai 2,8 juta dosis semen beku.Terkait pengadaan semen beku program Sikomandan, sambung Tri Harsi juga dipenuhi UPT penghasil semen beku BBIB Singosari.

Penyediaan semen beku juga didukung  Balai Inseminasi Buatan (BIB) di sejumlah daerah seperti di Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Bali dan Yogyakarta. Tahun 2021, Kementan menetapkan lebih dari 4 juta ekor sapi sebagai akseptor. Adapun kebutuhan mencapai 5,6 juta dosis semen beku.

Kementan meyakini optimalisasi teknologi melalui IB massif akan memperkuat ketersediaan daging sapi nasional sekaligus menekan impor ternak dan daging secara bertahap. Data PKH tahun 2020 menyebutkan populasi sapi nasional  mencapai 18,03 juta ekor atau naik 3,1% dari tahun 2020 sebesar 17,49 juta ekor.

Sementara merujuk data tahun 2020, pelaksanaan IB di Indonesia sebanyak 4,38 juta ekor dan tingkat kelahiran sebanyak 2.37 juta ekor (114,43%). Sementara di Jatim telah mampu melaksanakan IB massif sebesar 1,58 juta ekor.(122%) dari total target sebanyak 1,3 juta ekor.

Merujuk data Dinas Peternakan Jatim, melalui gerakan IB massif  terjadi  kelahiran lebih dari 1 juta ekor tiap tahunnya. Dengan demikian maka tiap tahunnya Jatim berkontribusi kelahiran sapi sebesar 52% dari total target kelahiran sapi nasional.

Menurutnya, kesadaran  peternak melakukan IB semakin tinggi karena terbukti cara menambah ternak peliharaan bisa murah dan  mudah.

"Harga semen beku unsexing sapi Limosin dan Simental hanya berkisar Rp 7.000- Rp 15.000/ dosis. Tapi dengan harga paket berupa semen beku berikut jasa pelayanan petugas inseminator sebesar Rp 100.000- Rp 150.000 per dosis, mereka (peternak di Jawa Timur, red) tidak keberatan membeli  semen beku sapi. Peternak merasa diuntungkan karena pedetnya (anak sapi red) saja sudah dihargai Rp 6 juta," pungkasnya. kbc11

Bagikan artikel ini: