Waktu karantina untuk WNA dan WNI tiba dari luar negeri ditambah jadi 7 hari

Senin, 29 November 2021 | 07:48 WIB ET
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah menyikapi perkembangan adanya varian baru Covid-19 dengan mengumumkan beberapa kebijakan baru ke depan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, satu di antaranya yakni waktu karantina dari luar negeri (LN) bertambah jadi 7 hari dari sebelumnya 3 hari.

"Pemerintah juga akan meningkatkan waktu karantina WNA dan WNI yang dari luar negeri di luar negara-negara di atas menjadi 7 hari dari sebelumnya 3 hari," ujarnya saat konferensi pers, Minggu (28/11/2021).

Sementara itu, karantina perjalanan lebih ketat berlaku untuk WNA dari beberapa negara yakni Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia dan Hong Kong sebanyak 14 hari.

"Untuk menyikapi perkembangan tersebut, pada hari ini Pemerintah mengumumkan kebijakan sebagai berikut, Untuk WNI yang pulang ke Indonesia dan memiliki riwayat perjalanan dari negara-negara pada poin di atas akan dikarantina selama 14 hari," kata Luhut Binsar Pandjaitan.

Selain itu, pemerintah juga melakukan pengetatan terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki riwayat perjalanan selama 14 hari terakhir ke negara di kawasan Afrika untuk masuk Indonesia.

Pemerintah akan meningkatkan waktu karantina bagi WNA dan WNI yang datang dari luar negeri di luar negara-negara yang masuk daftar 11 negara ini menjadi 7 hari dari sebelumnya 3 hari.

"Kebijakan karantina pada poin yang disampaikan tadi. Kami akan berlakukan mulai 1 X 24 jam 29 November 2021 pukul 00.01," katanya.

Luhut menyebutkan, waktu karantina dari negara-negara tersebut bisa bertambah atau berkurang berdasarkan evaluasi secara berkala yang dilakukan oleh Pemerintah.

"Nanti pemerintah melalui Kementerian Kesehatan juga akan meningkatkan tindakan genomic sequencing, terutama dari kasus-kasus positif yang dari riwayat perjalanan ke luar negeri untuk mendeteksi varian omicron ini," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: