DPN MPI jadi mitra strategis Antam

Sabtu, 20 November 2021 | 21:05 WIB ET

JAKARTA - DPN Masyarakat Pertambangan Indonesia (MPI) berkunjung ke PT Antam Tbk dalam rangka kerja sama di antaranya terkait bidang pembinaan UMKM masyarakat sekitar tambang. Selain itu kerja sama teknis pengolahan pertambangan yang mencakup joint pengangkutan, joint kelola lahan pertambangan, joint investasi, dan lain-lain.

Pada pertemuan tersebut, kedua lembaga saling memberikan masukan terkait langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan ke depan agar kelembagaan PT Antam Tbk bisa berjalan lebih baik dan lebih kompetitif. Problem selama yang ini yang terjadi dalam dunia pertambangan kaitannya dengan kesenjangan ekonomi masyarakat sekitar tambang dan dampak lingkungan.

Kedua pihak sepakat untuk saling memberikan masukan dan memberikan solusi. Untuk mencapai itu semua dengan baik maka diperlukan kerjasama yang strategis yang saling menguntungkan guna menjaga kondusifitas pengelolaan pertambangan yang sehat.

Luki Setiawan Suardi selaku diretur SDM PT Antam Tbk menyambut baik kedatangan lembaga DPN MPI. Luki Setiawan suardi didampingi dengan tim legal Yulan Kustiyan. Pada pertemuan tersebut Luki menjamin bahwa dalam satu bulan kedepan MPI dan PT Antam Tbk akan mengkrongkritkan kerjasama dalam bentuk Nota Kesepahaman Bersama (MOU).

Ditemui awak media pasca pertemuan tersebut, Sekretaris Jenderal DPN MPI M.Tayeb Demara menyambut baik sikap PT Antam Tbk yang sangat terbuka bagi kelompok masyarakat yang mau ikut andil bekerjasama dalam hal penguatan pengolahan tambang yang ada di Indonesia. Selama ini banyaknya kritik dari lembaga sosial kemasyarakatan tidak menyentuh pada solusi yang diberikan secara kelembagaan. Hal ini membuat baik Antam maupun perusahaan tambang lainnya terkesan menutup diri.

“DPN MPI sangat senang dengan penyambutan dan gaya komunikasi direktur SDM PT Antam Tbk terhadap pertemuan kami tadi. Beliau sangat terbuka menjelaskan misi kelembagaan PT Antam Tbk yang salah satu di dalamnya adalah berpijak pada Kepmen (keputusan Menteri) bahwa dalam pengelolaan pertambangan diharuskan melibatkan masyarakat/pengusaha di sekitar kawasan pertambangan,” ujarnya.

Tayeb Demara kembali mengatakan bahwa pentingnya kerjasama dengan PT Antam adalah untuk mengakomodir pengusaha-pengusaha Lokal agar bisa tumbuh secara mandiri dalam dunia usaha pertambangan.

“Ketika ruang usaha pertambangan melibatkan pengusaha-pengusaha lokal maka kita semua yakin gerak ekonomi bangsa Indonesia akan bergerak lebih cepat dan lebih maju dalam mengatasi kemelut ekonomi yang saat ini tumbuh dengan lamban,” ujarnya.

Bagikan artikel ini: