MySPIL, jurus maut digitalisasi di laut

Sabtu, 20 November 2021 | 14:12 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Digitalisasi sektor pelayaran sudah tak bisa ditawar lagi seiring pesatnya laju perkembangan ekonomi digital akhir-akhir ini, terlebih saat pandemi Covid-19 dimana pengiriman barang meningkat hingga 30 persen karena menggeliatnya perdagangan elektronik atau e-commerce. Digitalisasi bisa mendorong pengiriman barang melalui jalur laut lebih efisien.

Walhasil, digitalisasi pelayaran berpotensi menekan biaya logistik dan itu sangat signifikan karena dari hasil kajian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), biaya pelayaran juga menyumbang 20 persen dari biaya logistik nasional selain biaya logistik di darat 50 persen dan 30 persen di pelabuhan atau terminal. Digitalisasi pelayaran juga akan mendukung target pemerintah agar biaya logistik nasional bisa ditekan sampai 17 persen sebelum 2024.

“Digitalisasi menjadi sebuah keniscayaan untuk menekan biaya logistik agar pengiriman barang semakin efisien,” kata Ketua DPD Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur, Henky Pratoko kepada kabarbisnis.com di kantornya di kawasan Tanjung Perak Surabaya, Senin (12/10/2021).

Henky menyebutkan digitalisasi harus terus digencarkan kepada para pelaku bisnis logistik, terlebih di masa pandemi seperti sekarang. Mereka harus beradatasi dengan teknologi yang memberikan efisiensi dan menguatkan daya saing mereka. “Dan ALFI telah menerapkan digitalisasi ini kepada seluruh anggota,” tandas Henky yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Logistk Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim tersebut.

Setali tiga uang, Ketua Umum DPP ALFI Yukki Nugrahawan Hanafi, menyatakan pergerakan nilai ekonomi suatu negara sangat didukung oleh logistik yang baik. Karena itu, digitalisasi logistik menjadi keharusan di dalam ekonomi.

“Kecepatan data saat ini bergerak jauh melebihi pergerakan barang, sehingga konektivitas masyarakat logistik menjadi keharusan. Logistik dalam industry 4.0 tidak semata-mata memindahkan barang dari satu pihak kepada pihak lain, melainkan lebih menekankan kepada pentingnya perpindahan data dari satu entitas kepada entitas lain,” sebut Yukki dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/8/2021).

Yukki menegaskan, digitalisasi logistik mutlak dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Digitalisasi berpotensi menekan biaya logistik. Survei yang dilakukan DPP ALFI pada 2016 dan 2017 mencatat biaya logistik 23,5 persen dari total gross domestic product (GDP) atau menurun dibanding sebelumnya yang rata-rata 25 persen. Para pelaku usaha di ALFI meyakini, biaya logistik yang ada saat ini akan terpangkas hingga menjadi 17 persen dari total GDP sejalan dengan perbaikan infrastruktur dan implementasi digital.

“Pemangkasan biaya logistik terealisasi bila seluruh proses tracking dan positioning saat pengiriman telah menerapkan sistem digital,” imbuh Yukki.

Implementasi digitalisasi mudahkan pengguna jasa

Owner PT Transformasi Logistik Didin Van Rosi ketika dihubungi kabarbisnis.com melalui sambungan telepon selulernya, Rabu (17/11/2021), berpendapat, digitalisasi pelayaran saat ini menjadi sangat penting dan strategis yang harus diimplementasikan. Pasalnya, implementasi digitalisasi akan memudahkan para pengguna jasa. Misalnya dalam melacak arus barang, visibilitas rantai pasokan end to end, merekam informasi tentang kapal, otomatisasi dokumen dan jadwal pelayaran.

Disisi lain, perusahaan pelayaran juga telah mengembangkan sistem aplikasi pengiriman petikemas secara online atau booking oline yang sangat efisien dan mendatangkan benefit bagi pengguna jasa. Sebab, pelayanan dibuka 24 jam dalam 7 hari kerja untuk menerima reservasi dan kepastian pelayanan. Yang tidak kalah penting dari sistem pelayanan online adalah transparansi harga pengiriman barang, jadwal dan pelayanan.

“Digitalisasi ini bagi kami dampaknya lebih pada transparansi dan kecepatan, terjadi efisiensi waktu dan tenaga. Kalau biasanya kami mengurus dokumen pengiriman itu bisa memakan waktu hingga dua hari, maka kami kini hanya butuh waktu sekitar 30 menit saja, asalkan dokumen sudah lengkap dan sesuai,” terang Didin yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Tetap Jaringan Usaha antar Provinsi Wilayah Indonesia Timur Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur ini.

Tentang pengalaman digitalisasi pelayaran diakuinya diperoleh dari digitalisasi yang diterapkan perusahaan pelayaran, PT Salam Pacific Indonesian Line (SPIL). Layanan online dikemas dalam aplikasi mySPIL yang memudahkan pelanggan. Cukup mengunduh aplikasi itu, ia sudah bisa mengetahui beragam informasi yang ia butuhkan saat booking berlangsung serta mempercepat proses transaksi.

Jadi, banyak hal yang bisa dilakukan untuk pengiriman barang, mulai jadwal kapal, harga atau biaya pengiriman, membuat kontrak, booking sampai melakukan transaksi pembayaran. Termasuk juga pelacakan atau tracking barang saat dalam pengiriman juga bisa dilakukan melalui aplikasi mySPIL. Pengguna pun dibikin merasa santai, nyaman dan aman ketika menggunakan jasa pelayaran SPIL.

Apalagi selain layanan online itu, SPIL juga memberikan nilai lebih bagi Didin dalam proses pengiriman barang terutama ke wilayah Timur Indonesia. Kelancaran arus barang dan rendahnya harga pengiriman barang ke wilayah tersebut adalah dua hal yang sangat didambakan oleh pelaku usaha logistik seperti dirinya. Perusahaannya kerap melakukan pengiriman barang ke wilayah Indonesia Timur seperti ke Maluku, Sulawesi, Ambon dan Papua.

Seperti umumnya pebisnis, kata Didin, dirinya juga berpikir realistis kalau ingin bisnis tetap tumbuh maka bisnis juga harus untung bukan buntung, sekalipun sedikit cuan atau marjin keuntungan yang didapat.

Oleh sebab itu, saat memilih perusahaan pelayaran yang akan mengangkut barang-barangnya, ia selalu mempertimbangkan banyak alasan, diantaranya adalah berapakah tarif per rate yang ditawarkan perusahaan pelayaran dan apakah perusahaan pelayaran itu memiliki direct call atau pelayaran langsung. Dua alasan itu paling tidak bisa mendukung ia meraih untung.

Dan dari sekian banyak perusahaan pelayaran, Didin menjatuhkan pilihannya ke SPIL untuk melayani jasa pengiriman barangnya dari Kalimantan berupa LNG dan bahan makanan dengan tujuan ke Maluku. Mengingat SPIL memiliki rute langsung dari Kalimantan ke Maluku.

“Sesekali barang yang kami kirim bukan saja datang dari Surabaya tetapi dari Kalimantan. Nah, kalau barang itu kami bawa ke Surabaya dan selanjutnya baru di kirim ke Maluku, pastilah biayanya akan membengkak. Oleh karena itu, kami mencari pelayaran yang memiliki direct call dari Kalimantan ke Maluku. Dan SPIL memilikinya,” papar Didin.

 Memindahkan layanan manual ke digital

Sementara Marketing Manager PT SPIL, Joshua Kai dalam Webinar yang diselenggaran oleh PT SPIL, Selasa (9/11/2021) mengungkapkan ia sependapat kalau digitalisasi sektor pelayaran memang tidak bisa ditawar lagi. Dan SPIL merespon kebutuhan itu dengan menyediakan aplikasi berbasis platform digital, mySPIL, yang memuat beberapa fitur seperti vessal schedule, online pricing, contract, booking, E-SI, E-Payment, E-DO, myDashboard, track & Trace, Smart Notification dan mySPIL Point. Selain itu pelanggan juga bisa membuat E-BO untuk pengambilan barang.

“Ini menjadi lebih mudah karena tidak perlu ke kantor seperti sebelumnya, bertemu customer services di kantor dan meminta BO pengambilan barang di depo. Sekarang semua bisa dilakukan sendiri melalui website atau aplikasi mySPIL, tanpa perlu ke kantor kami lagi. Ini sangat praktis dan menghemat waktu,” tandas Joshua.

Tak pelak kehadiran aplikasi ini benar-benar telah memindahkan layanan manual ke digital. Bayangkan, kata Joshua, kalau dulu untuk keperluan booking pelanggan harus ke kantor, kini konsumen cukup mengunduh aplikasi tersebut, harga, rute, nama kapal dan jam keberangkatanya sudah bisa diketahui. MySPIL juga memungkinkan pelanggan bisa memantau langsung posisi barang yang dikirim.

“Kemudahan itu membuat penetrasi pasar aplikasi tersebut juga sangat cepat. Animo pasar atas layanan berbasis digital itu sangat besar,” katanya.

Saat awal diluncurkan pelanggan SPIL yang menggunakan aplikasi itu baru mencapai sekitar 75 persen. Namun seiring berjalannya waktu, jumlah tersebut terus bertambah hingga saat ini sudah mencapai 92 persen dari total jumlah konsumen PT SPIL.

Karena dalam perjalanannya, ada banyak pesaing yang mengikuti jejak langkahnya dalam menerapkan digitalisasi layanan, maka SPIL pun terus berinovasi. “Kami pun meluncurkan berbagai macam fitur dalam mySPIL agar pengalaman konsumen dalam menggunakan layanan kami sangat baik dan memuaskan. Beberapa fitur baru yang kami munculkan diantaranya adalah mySPIL Point, mySPIL Revam dan masih banyak lagi,” ungkap Joshua.

SPIL juga berinovasi dengan mengubah sisi tampilan dalam aplikasi demi kenyamanan pengguna. Tampilan tersebut lebih menitikberatkan pada tiga tema, yaitu ligter, freser dan faster.”Kami melakukan perubahan dari segi tampilan ini agar lebih mudah digunakan. Sistem juga terintegrasi di dalamnya. Lebih segar dan lebih cepat sehingga memberikan pengalaman yang berbeda dalam menggunakan mySPIL. Konsumen juga lebih senang menggunakan mySPIL. Kami juga telah meluncurkan mySPIL Prime,” tandasnya.

Joshua lebih jauh merinci tentang mySPIL Prime. Yaitu, solusi pengiriman kargo yang memberikan kepastian dan rasa tenang, karena mySPIL Prime memberikan garansi kepada konsumen. “Hari-hari ini isu kontainer, harga melambung tinggi karena pandemi pasti memberikan limitasi bisnis dalam bidang apapun karena ketidakpastian. Dan mySPIL Prime adalah satu-satunya layanan pengiriman cargo dengan memberikan kepastian dan rasa tenang serta aman dengan jaminan monyback guarantee . Artinya, ketika layanan ini tidak terpenuhi, SPIL juga akan mendapatkan penalty,” ungkap Joshua.

Ada lima hal yang dijanjikan SPIL dalam layanan mySPIL Prime, yaitu ready to use container, tracking pick up priority, space guarantee, Priority Services, dan worry free. Ia menegaskan, ready to use container, yaitu memberikan komitmen kepada konsumen mendapatkan kontainer dalam kondisi siap pakai sesuai dengan spesifikasi barang atau komoditi yang dikirimi. Sementara tracking pick up priority adalah dengan memberikan jaminan prioritas tracking atau penjemputan barang sesuai dengan waktu yang diminta, maksimal 12 jam dari pemesanan.

Layanan cepat di depo

Adapun space guarantee adalah jaminan mendapatkan kapal dan layanan prioritas di depo. Melalui apliaksi mySPIl, layanan di depo sangat bagus. “Layanan di depo bagi mereka tidak lebih dari 30 menit. Karena isu yang berkembang layanan di depo itu membutuhkan waktu yang lama bisa sampai satu jam dua jam bahkan lebih. Dengan priority services di depo, maka tidak lebih dari 30 menit sehingga lebih efektif efisien dan praktis dalam bekerja,” ujarnya.

Dan terakhir adalah worry free, semacam jaminan asuransi terhadap barang yang dikirimkan dengan jaminan hingga Rp 100 juta. “Gagal satu saja dari lima layanan ini kama kami akan kena gagal garansi. Dan ketika terjadi gagal garansi, maka konsumen akan mendapatkan harga normal. Misal rute Surabaya- Makassar dengan mengunakan mySPIL Prime biaya yang harus dibayar Rp 6 juta. Tetapi karena salah satu layanan tidak tercapai maka konsumen hanya membayar harga basic Rp 5 juta juta, sesuai dengan harga mySPIL regular,” tambahnya.

Ia mengaku, sejak diluncurkan di bulan Agustus 2021, mySPIL Prime menjadi layanan yang paling diminati konsumen, bahkan jumlah kontainer yang dikirim dengan menggunakan layanan ini sampai saat ini sudah mencapai 2.000 kontainer. Kalau diasumsikan, jumlah kontainer yang dikirim dengan menggunaan layanan mySPIL Prime dalam setiap bulan rata-rata bisa mencapai 600 lebih kontainer.

“Ini diluar dugaan kami ternyata kebutuhan menggunakan layanan Prime sangat tinggi. Ini juga menjadi satu hal yang baik dan kami berusaha tetap berkomitmen. Kami berusaha memberikan layanan ini di 38 cabang kami untuk memberikan pelayanan terbaik, menjaga gagal garansi dan untuk memuaskan pelanggan,” ujar Joshua.

Satu hal lagi, hingga saat ini aplikasi mySPIL sudah diunduh melalui Android sebanyak 10.000 lebih. Jumlah itu belum termasuk unduhan pengguna dari website dan EOS. “Tetapi kami terus improve, terus berinovasi agar kami tidak terkejar oleh competitor,” pungkas Joshua.kbc6

Bagikan artikel ini: