Tangki kilang Cilacap terbakar, Pertamina pastikan stok BBM aman

Minggu, 14 November 2021 | 09:02 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM aman, pasca terjadinya kebakaran di salah satu tangki yang berada di area Kilang Cilacap, Jawa Tengah.

Pjs. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading, Irto Ginting mengatakan, Pertamina Patra Niaga saat ini terus memonitor stok dan proses distribusi BBM serta LPG secara real time di PICC ( Pertamina Integrated Command Center) untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

"Untuk regional Jawa Tengah dan DIY, Pertamina Patra Niaga memiliki 7 terminal BBM dan 3 terminal LPG untuk mendukung suplai energi bagi masyarakat. Sedangkan regional Jawa Barat, DKI, dan Banten, Pertamina Patra Niaga memiliki 6 terminal BBM dan 5 terminal LPG untuk mendukung suplai energi bagi masyarakat," kata Irto Ginting melalui siaran pers, Minggu (14/11/2021).

Dia menjelaskan, masyarakat juga tidak perlu khawatir, saat ini stok dan penyaluran dalam kondisi aman. Jika diperlukan, skema penyaluran alternatif BBM dan LPG juga sudah disiapkan menyesuaikan kondisi lapangan sebagai antisipasi. "Jika membutuhkan informasi lebih lanjut silahkan hubungi Pertamina Call Center 135," katanya.

Corporate Secretary PT Kilang Pertamina Internasional Ifki Sukarya menyatakan, Pertamina saat ini tengah berupaya maksimal untuk melakukan pemadaman kebakaran tangki di area Kilang Cilacap, Jawa Tengah. Menurut dia kebakaran tersebut mulai sekitar pukul 19.20 WIB dan terjadi di sebuah tangki berisi produk Pertalite. "Saat ini, Pertamina belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran," katanya.

 

Ifki menuturkan, upaya pemadaman dilakukan secara intensif dengan menggunakan High Capacity Foam Monitor pada tangki yang terbakar, sedangkan untuk tangki di sekitar dilakukan pendinginan dengan water sprinkle untuk mencegah merambatnya kebakaran.Pertamina saat ini tengah melakukan pengecekan masyarakat di sekitar area kejadian untuk memastikan masyarakat dalam kondisi aman.

Untuk masyarakat yang berlokasi di area terdekat dengan lokasi akan dilakukan evakuasi untuk memindahkan masyarakat ke area yang lebih aman. Saat ini, Pertamina juga memastikan pasokan BBM dan elpiji kepada masyarakat dalam kondisi aman dan tidak mengalami gangguan.

Sepanjang 2021 atau tak sampai setahun, kilang-kilang minyak milik PT Pertamina (Persero) mengalami kebakaran sebanyak tiga kali. Kejadian terakhir terbakarnya kilang minyak milik Pertamina terjadi pada Sabtu (13/11/2021), yaitu kebakaran di Refinery Unit (RU) IV Cilacap Tangki 36T-102 milik Pertamina, yang berisi komponen Pertalite sebanyak 31.000 kiloliter, di Lomanis, Cilacap Tengah. Pada lima bulan sebelumnya atau tepatnya Jumat (11/6/2021), kebakaran juga terjadi di kilang Cilacap, yaitu area pertangkian 39 Pertamina RU IV Cilacap pukul 19.45 WIB, di bundwill tangki 39T-205.

Sebelumnya lagi, yaitu pada Senin (29/3/2021), kebakaran juga terjadi di kilang minyak milik Pertamina di Balongan, Indramayu, Jawa Barat pada pukul 00.45 WIB dini hari. Kebakaran yang melanda kilang di Balongan cukup besar sehingga proses pemadaman memakan waktu sampai 2 hari. kbc11

Bagikan artikel ini: