Ada bantuan UMKM Rp50 juta, Sandiaga sebut masih ada 3.500 kuota

Jum'at, 12 November 2021 | 07:57 WIB ET
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno

MEDAN, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengucurkan dana sebesar Rp50 juta untuk membantu menstimulasi pengembangan dan pemasaran produk bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan, bantuan UMKM ini merupakan salah satu bentuk perwujudan dari Program Bangga Buatan Indonesia yang telah diluncurkan pada awal tahun 2021, dengan tujuan mendorong UMKM lebih berkembang ke depan.

Saat ini, lanjut dia, masih tersisa tiga ribuan kuota untuk UMKM yang akan diberikan bantuan Rp50 juta tersebut. Untuk itu, dia mengatakan kepada para pelaku UMKM khususnya di Sumatera Utara agar segera mendaftarkan ke Kemenparekraf untuk mendapatkan dana bantuan itu.

Dia menambahkan, pemerintah terus mendorong agar UMKM naik kelas dengan pengembangan dan pemasaran produk sudah berbasis digital, sehingga mampu menjangkau wilayah yang lebih luas. Masalah yang sering terjadi selama ini, kata Sandiaga, adalah minimnya informasi dan kreativitas pelaku usaha untuk memanfaatkan pemasaran digital, seperti sosial media, untuk menembus pasar yang luas hingga ke luar provinsi, bahkan mancanegara.

Khusus di beberapa subsektor termasukkuliner, kriya, fesyen, dan produk kecantikan, kata Menparekraf, akan mendapatkan stimulan Rp50 juta dan saat ini masih ada 3.000 sampai 3.500 slot yang diharapkan pelaku kreatif di Sumatera Utara, khususnya Medan, dapat berpartisipasi.

"Karena ini murni program stimulus dangakpakai ribet, mudah dan hari ini bisa langsung diklaim, sehingga bisa menggerakkan ekonomi lokal," kata MenparekrafSandiagaUno saat menghadiri kegiatan lokakarya "KaTa Kreatif Indonesia" di Kota Medan, Sumatera Utara.

Sementara pelaku usaha minuman tradisional yang hadir dalam kegiatan "Kata Kreatif" itu, Nizwa Lestari, mengapresiasi bantuan stimulus pemerintah tersebut. Dia menerangkan, sangat terbantu dengan adanya lokakarya UMKM sehingga dia bisa lebih mengembangkan produk yang kini sudah mampu memproduksi 1.000 botol/hari dengan harga belasan ribu rupiah per botol.

"Pengembangannya saya pakai digital karena sekarang era digital. Pemasarannya melalui Instagram,marketplace, dan lain-lain.Alhamdulillah produk saya berupa minuman rimpang cukup diminati," ungkapnya. kbc10

Bagikan artikel ini: