Citilink bakal isi rute penerbangan Garuda yang dipangkas

Kamis, 11 November 2021 | 17:14 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, maskapai Citilink akan menggantikan rute-rute penerbangan Garuda Indonesia yang dipangkas. Garuda sebelumnya berencana memangkas 97 rutenya baik domestik maupun internasional.

"Kita akan dorong Citilink masuk ke rute-rute (Garuda) karena selama ini LCC carrier-nya lebih tinggi," ujar Kartika alias Tiko saat ditemui di Depo LRT Jabodebek, Kalimalang, Bekasi, Rabu, 10 November 2021.

Citilink sebagai maskapai penerbangan kelas murah dianggap memiliki potensi jangkauan pasar yang lebih luas. Tiko mengatakan ke depan bisnis Citilink diproyeksikan lebih besar ketimbang Garuda.

Sementara itu, Garuda Indonesia akan berfokus melayani penerbangan ke rute-rute gemuk, seperti Jakarta-Surabaya dan Jakarta-Denpasar. Maskapai penerbangan pelat merah ini hanya akan menjamah rute-rute komersial yang dianggap menguntungkan.

Efisiensi rute pesawat merupakan salah satu rencana bisnis Garuda yang tercantum dalam proposal restrukturisasi perusahaan. Maskapai ekor biru yang semula memiliki 237 rute itu secara bertahap akan mengurangi destinasi penerbangannya hingga menyisakan 140 rute.

Manajemen telah memetakan rute-rute yang tidak potensial dan merugikan perusahaan, seperti tujuan Tarakan. Selain memangkas rute, Garuda berencana mengurangi frekuensi hingga jenis pesawatnya dari semula 13 jenis menjadi hanya tujuh jenis.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan perusahaan menanggung kerugian akibat beroperasinya sejumlah maskapai di rute-rute yang tidak mendorong pendapatan. Pendapatan yang diperoleh maskapai dari rute-rute tertentu ini tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan.

"Selama ini kami terdesak (membuka rute) yang enggak bikin untung. Ada banyak tekanan pembukaan rute. Jadi mohon dukungan apabila kami bilang enggak (akan membuka rute). Mohon maaf, banyak maaf," ujar Irfan Setiaputra dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. kbc10

Bagikan artikel ini: