Seluruh pesawat Garuda bakal 'hilang' dalam 6 bulan, ada apa?

Kamis, 11 November 2021 | 07:48 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Seluruh armada pesawat Garuda Indonesia bakal ditarik lessor atau perusahaan penyewa pesawat dalam 6 bulan ke depan. Kementerian BUMN memperkirakan penarikan tersebut dilakukan jika restrukturisasi utang emiten tidak dipercepat.

Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo mencatat, saat ini pengurangan jumlah pesawat emiten dengan kode saham GIAA itu terus dilakukan. Hingga saat ini tercatat hanya 60 armada pesawat Garuda yang beroperasi. Padahal kepemilikan armada saat ini mencapai 125 pesawat, terdiri atas 119 pesawat sewa dan 6 pesawat milik sendiri.

"Garuda ini butuh kecepatan (restrukturisasi utang), kalau tidak cepat dalam waktu 3-6 bulan pesawatnya bisa di grounded semua. Karena saat ini pesawatnya terus di grounded," ujar Kartika, Rabu (10/11/2021).

Pengurangan jumlah pesawat juga sejalan dengan pemangkasan sejumlah rute penerbangan. Pemegang saham, akan memangkas rute penerbangan Garuda dari 237 rute menjadi 140 rute saja. Artinya, ada 97 rute yang nantinya ditutup.

Tiko, sapaan akrab Kartika menyebut, rute penerbangan emiten pelat merah itu difokuskan pada rute yang tidak menguntungkan secara bisnis dan menguatkan rute-rute super premium.

Bahkan, saat ini telah terjadinya kelangkaan rute penerbangan pesawat Garuda di sejumlah daerah saat ini. hal itu membuat pemerintah menerima keluhan dari sejumlah calon penumpang.

"Kalau Garuda paling drastis dari pesawatnya 140, saat ini tinggal 50-60 pesawat yang beroperasi, jadi kami sudah mendapatkan banyak komplain selama sebulan terakhir, flight garuda semakin langka, karena pesawatnya grounded," kata dia. kbc10

Bagikan artikel ini: