BI-Fast diembangkan, transfer dana bakal bisa lewat nomor ponsel

Jum'at, 5 November 2021 | 07:47 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI) tengah mengembangkan layanan BI-Fast Payment (BI-Fast) yang akan mulai diterapkan pada Desember 2021. Layanan ini memungkinkan transfer uang dengan nomor ponsel.

Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menyampaikan, BI-Fast akan memiliki fitur proxy address yang memungkinkan hal tersebut.

"Nanti nomor handphone itu berfungsi sebagai alias. Tapi, nomor handphone-nya itu harus didaftarkan dulu ke bank sebagai alias dari nomor rekening," kata Filianingsih dalam Taklimat Media Kebijakan Penyelenggaraan dan Pengembangan BI-Fast, Rabu (3/11/2021).

Hal ini diharapkan dapat memudahkan nasabah dalam bertransaksi karena cukup menyebutkan nomor ponsel yang mudah diingat. Filianingsih menilai, saat ini sebagian besar nasabah memiliki nomor ponsel sehingga bisa didaftarkan ke bank sebagai proxy address dari rekeningnya.

Berdasarkan penilaian terhadap kriteria kepesertaan, komitmen, dan kesiapan calon peserta, BI menetapkan 22 calon peserta penerapan BI-Fast gelombang pertama Desember 2021. Gelombang kedua direncanakan akan mulai beroperasi pada Januari 2022. "BI membuka batch-batch berikutnya untuk on boarding ke BI-Fast. Ini tidak wajib, tapi rugi kalau tidak ikut," katanya.

Selain pengembangan BI-Fast, Filianingsih juga melaporkan perkembangan penggunaan QR Indonesian Standard (QRIS). BI akan bekerja sama dengan berbagai kementerian menerapkan QRIS guna mendukung program-program pemerintah.

"Misalnya, di Kementerian Agama akan dilakukan digitalisasi QRIS, tepatnya di rumah-rumah ibadah seperti dengan Dewan Masjid Indonesia sudah ada perjanjian penerapan QRIS di 6.000 masjid," ujar Filianingsih.

Per 3 November 2021, pengguna QRIS mencapai 12,11 juta merchant. Dari realisasi yang ada, sebanyak 94 persen pengguna QRIS adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dari jumlah UMKM pengguna QRIS, sebanyak 88 persennya merupakan usaha mikro dan kecil. Menurut dia, hal itu berarti seluruh lapisan masyarakat telah menikmati digitalisasi pembayaran.

"Jadi, kalau orang mengatakan digitalisasi itu punya masyarakat menengah ke atas, itu tidak terjadi di Indonesia," katanya.

Ke depan, dia menegaskan, pihaknya akan meningkatkan pengguna QRIS dari sisi permintaan. Dia berharap penggunaan QRIS bisa terus meningkat dan memudahkan konsumen. "Nantinya tiada hari tanpa menggunakan QRIS, artinya kami akan garap dari sisi permintaannya, bagaimana orang menggunakan QRIS dan sudah terbiasa," kata Filianingsih.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan, penerapan pembayaran nirsentuh QRIS untuk transaksi pembayaran di berbagai sektor telah memberikan banyak manfaat. Di antaranya mendorong efisiensi perekonomian, mempercepat keuangan inklusif, mengurangi risiko penularan Covid-19, dan memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Ke depan, penggunaan yang lebih intens serta dukungan seluruh pihak, termasuk masyarakat, akan semakin mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional," kata Perry. kbc10

Bagikan artikel ini: