Tes antigen jadi syarat naik pesawat, Sandiaga: Kurangi beban masyarakat

Selasa, 2 November 2021 | 09:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Fleksibilitas aturan perjalanan bagi penumpang moda transportasi udara di wilayah Jawa dan Bali cukup melakukan tes antigen terlebih dahulu. Atas hal ini, Menteri Pariwisata danin Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno megaku senang dengan pelonggaran aturan naik pesawat.

Dengan adanya aturan anyar ini dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat selaku pengguna moda pesawat. Mengingat, diperlukan biaya tidak murah bagi masyarakat untuk memperoleh layanan tes RT-PCR.

"Tentang tes antigen untuk perjalanan Jawa-Bali, menjadi harapan kita bahwa tes antigen ini bisa menjadi salah satu bagian dari testing dan tracing karena PCR ini tentunya biaya masih mahal. Keputusan (Antigen) tidak membebani masyarakat, tapi juga pada saat yang bersamaan mengendalikan Covid-19," ujar Sandiaga dalam acara Weekly Press Briefing, Senin (1/11/2021).

Memang, selama ini salah satu alasan masih sedikitnya masyarakat yang naik pesawat dalam bepergian karena adanya syarat wajib tes PCR. Padahal sebelum pemerintah menetapkan harga tertinggi tes PCR cukup mahal. Untuk hasil 1 x24 jam bisa mencapai Rp 900.000. Jumlah tersebut hampir atau sebanding dengan harga tiket pesawat.

Sementara itu, terkait dengan kebijakan baru pemerintah, yang mengharuskan pelaku perjalanan dalam negeri melakukan tes swab PCR juga dibahas oleh Sandiaga dalam briefing mingguan tersebut. "Kewajiban PCR test ini menyebabkan adanya penurunan kunjungan wisata di beberapa destinasi, salah satunya di Bali," ujarnya.

Menurut Sandiaga, meskipun harga swab tes PCR sudah diturunkan, tapi masih tetap ada pelaku perjalanan yang merasa keberatan. "Mendagri juga sudah mengusulkan agar pelaku perjalanan dalam negeri cukup untuk antigen test saja, karena situasi sudah mulai terkendali. Namun tetap yang diutamakan adalah kedisiplinan," ungkap Sandiaga.

Dia pun menghimbau agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan. Dia juga berpesan kepada pelaku usaha menerapkan wisata yang berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability).kbc11

Bagikan artikel ini: