Genjot kredit sektor UMKM, ini strategi Bank Jatim

Kamis, 28 Oktober 2021 | 19:17 WIB ET
Jajaran direksi Bank Jatim
Jajaran direksi Bank Jatim

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau bankjatim terus mendorong sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM). Apalagi sektor ini juga ikut terdampak selama pandemi Covid-19.

Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman, mengatakan, kontribusi sektor UMKM jika dilihat dari pembiayaan atau porsi kredit di bankjatim memang belum besar, namun trennya terus meningkat.

Perseroan mencatat, hingga akhir September 2021, bankjatim mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif yaitu tumbuh 6,57% (YoY) atau sebesar Rp 43,04 triliun. Pertumbuhan kredit di sektor UMKM menjadi penyumbang tertinggi yaitu tumbuh 13,32% (YoY) atau tercatat Rp 7,32 triliun. Diikuti oleh pertumbuhan kredit komersial yang tumbuh 10,83% atau tercatat Rp 11,10 triliun dan kredit di sektor konsumsi yang tumbuh 2,97% atau tercatat Rp 24,62 triliun.

"Portofolio sektor UMKM kita sebesar 18 persen dan masih terus akan bertumbuh. Kita pun akan terus menggarap sektor ini," katanya dalam Analyst Meeting dalam rangka memberikan keterbukaan informasi di kantor pusat Bank Jatim, Surabaya, Kamis (28/10/2021).

Busrul Iman mengatakan, beberapa strategi yang dilakukan bankjatim untuk mendorong sektor UMKM diantaranya dengan disiapkannya sejumlah skim kredit, seperti mikro, ultra mikro, Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta linkage program.

"Khusus untuk KUR alokasi kita terus bertumbuh dan tahun ini mencapai Rp 1 triliun, dan sampai saat ini sudah tersalurkan sebesar Rp 400 miliar. Tahun depan kita mengajukan alokasi KUR sebesar Rp 2 triliun," ujar Busrul.

Direktur Keuangan Bank Jatim, Ferdian Timur Satyagraha menambahkan, guna mendorong sektor UMKM pihaknya juga bekerja sama dengan perusahaan fintech Amarta, dimana membidik nasabah ibu-ibu rumah tangga UMKM.

"Per September 2021 portofolio kita dengan fintech Amarta mencapai Rp 700 miliar. Ke depan kita akan menggandeng banyak fintech dengan karakter yang berbeda dengan sebelumnya," ujarnya.

Selain sektor UMKM, Ferdian bilang, pada tahun ini sektor yang sangat potensial untuk digarap adalah kredit korporasi/komersial, pasalnya sudah mulai banyak proyek-proyek pembangunan yang bergerak, baik proyek pemerintah maupun swasta.

“Kredit komersial atau korporasi kita di kuartal III sudah tumbuh 10,83 persen, nanti juga kredit sindikasi karena ada proyek pemerintah. Sektor ini yang akan kita optimalkan untuk mengejar kekurangan dari target Rp47,2 triliun,” imbuhnya.

Sementara itu berdasarkan kinerja per September 2021, aset bankjatim tercatat sebesar Rp 101 triliun atau tumbuh 23,05% secara year on year (YoY), laba bersih bankjatim tembus Rp 1,19 triliun atau tumbuh 7,81% (YoY). Selama semester I-2021, Dana Pihak Ketiga (DPK) bankjatim mencatatkan pertumbuhan 23,45% (YoY) atau sebesar Rp 86,13 triliun.

Busrul Iman menambahkan, tahun 2021 masih menjadi tantangan bagi industri perbankan, dimana pandemi Covid-19 gelombang kedua yang melanda Tanah Air membuat sektor bisnis kembali mengalami penurunan dan berdampak secara tidak langsung terhadap kinerja industri perbankan.

"Namun demikian, selepas situasi pandemi yang berangsur membaik, perekonomian Indonesia khususnya di Jawa Timur menunjukkan pertumbuhan positif setelah sebelumnya terkena dampak pandemi. bankjatim bersyukur, di tengah-tengah pandemi tersebut, bankjatim masih mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya," jelasnya.

"Seiring dengan mulai tumbuhnya perekonomian di Jatim, kami optimistis bisa mencapai target kinerja hingga akhir tahun," imbuh Busrul. kbc7

Bagikan artikel ini: