Transaksi e-commerce Rp266 triliun, Kemenperin luncurkan e-smart IKM

Senin, 25 Oktober 2021 | 15:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) untuk mengaplikasikan teknologi digital. Hal ini seiring dengan transaksi e-commerce yang mencapai Rp 266 triliun.

Plt. Dirjen IKMA Kemenperin Reni Yanita menyebut pihaknya melihat peluang ekonomi digital Indonesia yang begitu luar biasa. Karena itu, pada 2017, Kemenperin meluncurkan program e-Smart IKM. "Program ini diharapkan agar produk-produk IKM nasional memiliki kualitas yang bisa berdaya saing global, dengan memanfaatkan platform digital yang ada seperti e-commerce, website, dan media sosial," ujar Reni di Jakarta, Senin (25/10/2021).

Menukil data Bank Indonesia (BI), nilai transaksi e-commerce Indonesia pada 2020 mencapai Rp266,3 triliun. Adapun sejak 2020, pelaksanaan program e-Smart IKM menjadi bagian dari Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang merupakan sebuah gerakan nasional sebagai bentuk dukungan terhadap industri/produk dalam negeri.

"Selain itu, kampanye Gernas BBI yang intens dilakukan pemerintah juga bertujuan meningkatkan UMKM/IKM onboarding di platform digital, dengan target sebanyak 30 juta UMKM/IKM onboarding pada 2023," terang dia.

Reni menambahkan, pihaknya telah melaksanakan berbagai program dalam mendukung Gernas BBI, di antaranya pelaksanaan webinar series bersama marketplace Indonesia dan puncaknya pada Festival Joglosemar pada Mei 2021. Sebagai kelanjutan program pembinaan dari Gernas BBI, Ditjen IKMA melaksanakan kegiatan Workshop e-Smart IKM bagi sentra IKM di Kota Malang.

"Sebagai tindak lanjut program e-Smart IKM ini, ke depannya kepada para IKM yang aktif dan lolos kurasi akan dipilih untuk mengikuti sustainable program dari Ditjen IKMA, antara lain pendampingan digital marketing, manajemen usaha, dan fasilitasi membership di e-commerce global dalam program IKM Go Global," papar dia.

Reni pun mengajak pemerintah daerah dan kolaborator untuk dapat meneruskan pembinaan kepada para IKM, sehingga mereka mendapat akses untuk terus berkembang dalam rangka meningkatkan daya saing industri demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

"Apresiasi yang sebesar-besarnya kepada marketplace yang bersedia berkolaborasi bersama kami dalam upaya edukasi kepada IKM. Sudah saatnya marketplace di Indonesia dibanjiri oleh produk lokal," pungkas Reni.kbc11

Bagikan artikel ini: