Kalbe Farma siapkan capex Rp1 triliun di 2022, ini peruntukannya

Senin, 18 Oktober 2021 | 13:37 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) optimistis target pertumbuhan penjualan dapat tercapai hingga akhir tahun ini.

Direktur Utama PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius memproyeksikan tren pertumbuhan di kuartal III-2021 masih akan berlanjut di kuartal terakhir tahun ini.

"Melihat tren di kuartal III-2021 yang cukup kuat maka tren diharapkan berlanjut ke kuartal IV-2021 sehingga target pertumbuhan sales sekitar 10% bisa tercapai," ujarnya, akhir pekan lalu.

Bahkan, dia melihat pasar kesehatan masih akan terus melanjutkan pertumbuhannya di tahun depan. Menurutnya, kebutuhan kesehatan selalu ada, mulai yang sederhana dengan obat bebas, atau yang sakit berat butuh rumah sakit atau preventif menjaga kesehatan tubuh.

"Jadi dengan perbaikan ekonomi nasional maka pasar kesehatan akan tumbuh positif pula," tuturnya.

Hingga semester I-2021, KLBF mencatatkan pendapatan sebesar Rp 12,37 triliun, tumbuh 6,63% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 11,6 triliun.

Seiring dengan itu, laba bersih KLBF di semester I-2021, mencapai Rp 1,49 triliun. Realisasi itu tumbuh 7,97% dibandingkan semester I-2020 sebesar Rp 1,38 triliun.

Oleh sebab itu, Vidjongtius memproyeksikan anggaran belanja modal atawa capital expenditure (capex) tahun depan tidak akan turun, yakni sekitar Rp 1 triliun.

Dia bilang, nantinya dana capex dapat digunakan untuk capex rutin atawa maintenance capex, infrastruktur digital, penyelesaian pabrik baru yang sedang berjalan, serta ekspansi distribusi, termasuk juga dana investasi digital online.

Berdasarkan catatan Kontan.co.id, KLBF saat ini sedang dalam progres menyelesaikan pabriknya di Pulo Gadung.

Sementara, untuk ekspansi distribusi perusahaan juga terus mengembangkan platform digital seperti EMOS dan MOSTRANS. kbc10

Bagikan artikel ini: