Pemerintah incar ekspor sejuta unit mobil pada 2025

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 14:22 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah menargetkan ekspor kendaraan jenis CBU sebanyak 1 juta unit pada 2025 mendatang. Dalam mendorong upaya itu, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut pihaknya masih terus melobi pelaku usaha otomotif. Ini perlu dilakukan untuk mendorong untuk menjadikan indonesia sebagai basis produksi kendaraan bermotor.

"Pemerintah targetkan ekspor kendaraan CBU 2025 dapat capai 1 juta unit, oleh sebab itu pada kesempatan ini terus menerus lakukan upaya melobi pelaku usaha kendaraan otomotif," paparnya dalam webinar Quo Vadis Industri Otomotif Indonesia di Era Elektrifikasi, Jumat (15/10/2021).

"Ini agar mampu menjadikan Indonesia sebagai basis produksi kendaraan bermotor yang berorientasi ekspor yaitu kendaraan yang ramah lingkungan," tambahnya.

Menperin juga menyampaikan bawah saat ini, ekspor produk otomotif dari Indonesia untuk kendaraan roda empat atau lebih termasuk komponennya telah merambah ke 80 negara. "Dengan produksi Januari-Agustus 2021 185.000 unit kendaraan CBU, 70 ribu set CKD, 50 juta komponen," katanya.

Selain itu, Menteri Agus mengatakan bahwa perkembangan kelas menengah yang cukup pesat serta rasio kepemilikan mobil yang masih rendang menjadikan Indonesia sebagai pasar potensial bagi otomotif di Asia Tenggara.

"Ini tentunya peluang bagi pengembangan dan industrialisasi kendaraan bermotor yang hemat energi dan ramah lingkungan sesuai tren global," katanya.

Secara umum, dia menyebut bahwa sektor industri masih jadi kontributor terbesar dalam PDB nasional pada catatan tahun 2020 sebesar 17,89 persen, meningkat dari tahun sebelumnya sekitar 17,58 persen.

Di samping itu, dia juga menyebut bahwa kinerja ekspor-impor mengalami surplus sebesar USD 14,17 miliar dengan realisasi investasi sebesar Rp272,9 triliun.

"Saat ini terdapat 21 industri kendaraan roda empat atau lebih dengan nilai investasi Rp71,3 triliun dengan kapasitas produksi sebesar 2,35 juta unit per tahun, menyerap tenaga kerja langsung 38 ribu orang, lebih dari 1,5 juta orang bekerja di sepanjang rantai nilai industri otomotif," tuturnya. kbc10

Bagikan artikel ini: