PLN Mobile telah diunduh 11,36 juta pelanggan, didominasi milenial

Jum'at, 15 Oktober 2021 | 08:42 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Bob Saril mengatakan jumlah pelanggan yang mengunduh aplikasi PLN mobile mencapai 11,36 juta hingga kemarin.

"Pada saat ini sampai tadi malam lebih kurang 11,367 juta pelanggan yang sudah mendownload PLN mobile ini," kata Bob dalam peluncuran fitur baru PLN Mobile secara virtual, Rabu (13/10/2021).

Hingga, saat ini kata dia, total ID pelanggan sebanyak sekitar 12,8 juta. Hal itu karena satu orang, bisa memiliki lebih dari 1 rumah atau usaha.

"Itu sudah luar biasa. Ini akan semakin kita kejar pada akhir tahun ini sekitar 15 juta," ujarnya.

Dia menuturkan sebagian besar atau 87 persen pelanggan yang mengunduh PLN mobile, merupakan milenial, diikuti pekerja UMKM, dan para petani yang mengakses.

PLN mobile, kata dia, kebanyakan digunakan untuk pembelian token dan pembayaran rekening listrik. Hal itu, menurutnya, karena kemudahan yang ditawarkan dan tambah lagi ada promo gratis biaya administrasi sampai akhir tahun.

"Lumayan Rp 2.500 dalam sekali transaksi. Pembayaran untuk pasca bayar juga ada history pembayaran," kata Bob.

Sementara Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, hadirnya super aplikasi PLN Mobile, bukan hanya hasil kinerja satu direktorat saja, tetapi seluruh tim PLN.

"Kita tambah fitur-fitur PLN Mobile, hanya untuk satu tujuan, yaitu PLN ingin memberikan pelayanan pelanggan kelas VIP, karena semua pelanggan sangat penting. Salah satu fitur barunya adalah mini denominasi token Rp 5.000," ujarnya.

Selain fitur pembelian token Rp 5.000 sampai Rp 15.000, ada sejumlah fitur lain, seperti promo-promo dan paket Iconnet, alur pelayanan pembayaran baru, catatan penggunaan pascabayar, dan lainnya.

Menurutnya, fitur-fitur tersebut akan menjadi inti dari pengembangan dan penambahan fitur lain ke depan, sesuai roadmap pengembangan bisnis PLN.

"Kalau kita berbicara aplikasi super, di situ ada (layanan) internet, dan Charge.In (kendaraan listrik). Ke depan ada smart home, ini artinya ada di satu ruangan, bukan hanya pelayanan listrik, tetapi fasilitas yang ada di PLN masuk di PLN Mobile," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: