Korsel jadikan Indonesia hub ekspor stevia

Minggu, 10 Oktober 2021 | 10:24 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Korea Selatan (Korsel) berkeinginan Indonesia sebagai hub ekspor tanaman stevia. Agribinis sub sektor perkebunan ini akan dikembangkan secara massif yang terintegrasi dengan industri pengolahan.

"Baru-baru ini , kita (Indonesia red) sudah mengekspor daun stevia sebesar 2 ton ke Korea Selatan. Sebetulnya ekspornya sudah dua kali, sebelumnya di bulan Juni sebanyak satu kontainer," ujar Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Junaedi dalam webinar Forwatan, Strategi Pembiayaan Ekspor Pertanian Mendukung Gratieks, Sabtu (9/10/021).

Tanaman stevia merupakan tanaman sebagai pemanis dan terbilang masih baru dijadikan komoditas ekspor. Tanaman stevia akan menjadi salah satu tanaman yang memiliki prospek ekspor merambah ke manca negera.Hal ini tentunya sejalan dengan target Kementan yang menargetkan Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) hingga 2024.

Di Jepang dan Korsel sudah sejak lama menggunakan tanaman stevia sebagai pengganti tebu karena rendah kalorinya.Karenanya, pemanis stevia layak dikonsumsi bagi penderita diabetes atau orang yang tengah menjalani diet.

Selaku institusi teknis, terang Dedi, pihaknya membuka pintu seluasnya guna memfasilitasi dunia usaha baik luar negeri dan domesik untuk mengembangkan sub sektor perkebunan bukan hanya sektor on farm pertanian. Indonesia menjadi salah satu dari lima negara yang radar investor Korsel sejak tahun 2019.

Menurutnya, agribinis pertanian sejatinya terkoneksi dalam proses hilirisasi sehingga memiliki bernilai tambah tinggi. Pemerintah Daerah Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara sendiri mendukung penuh dengan menyederhanakan perizinan investasi melalui pelayanan satu pintu.

Minahasa menjadi pilihan investor karena kontur daerahnya pegunungan sehingga cocok ditanami stevia yang mempersyaratkan minimal ketinggian 700 meter diatas permukaan laut. Sayangnya, untuk mengembangkan stevia ini, aku Dedi terkendala pada ketersediaan benih. Menurutnya rasa pemanis di tanaman stevia lokal hanya ditemui di daun. Padahal di Korsel , saripati manis itu juga terdapat di batang pohon.

Karena itu, PT Bejana Kasih Sempurna (BKS) selaku eksportir sekaligus investor harus mengimpor benih tanaman stevia dari Korsel. Koordinasi dengan Badan Karantina Pertanian (Barantan) dilakukan guna memastikan impor benih yang dilakukan Stevia Farm.co Ltd Korea telah memenuhi persyaratan perkarantinaan.

Adapun budidaya tanam stevia melibatkan gabungan kelompok tani yang didukung insentif pembiayaan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). PT BKS juga menjadi off taker hasil panen petani dengan sistem kontrak. Investor mematok target penanaman stevia bersama petani mencapai areal lahan 6.000 hektare (ha).

Terkait realisasi program KUR, hingga 4 Oktober 2021 sudah mencapai Rp 22 triliun, melebihi target sebesar Rp 20 triliun.Dedi mencatat terdapat 17 komoditas sub perkebunan yang telah memanfaatkan anggaran KUR dan terbesar adalah komoditas sawit yang terutama untuk kegiatan replanting.

Terkait kinerja ekspor hingga Juni tahun 2012 year on year (YoY) di tahun 2020, nilai ekspor sub perkebunan mengalami pertumbuhan signifikan yakni 44,8%. Sementara dari sisi volume 3,4%.

Kabarantan Kementan Bambang mengatakan Kementan mematok target realisasi KUR tahun 2021 mencapai Rp 71 triliun, lebih tinggi Rp 15 triliun dibandingkan tahun 2020 yang tercatat Rp 56 triliun. Adanya Karena itu Bambang meminta petani usaha dan pelaku usaha agribnisnis terutama milineal berani untuk terjun di sektor pertanian bernilai tambah.

"Kami berharap pelaku usaha berani memanfaatkan dana perbankan . Usaha pertanian kalau diseriusi akan berhasil. Risiko kegagalan yang menjadi momok sebenarnya tidak sepenuhnya benar, kalau kita serius," terangnya.

Peluang lain yang dapat dioptimalkan adalah terdapatnya potensi lahan pertanian.Sepertihalnya lahan perhutanan sosial untuk dibudidayakan tanaman pertanian.Peran Pemerinah Daerah sangat diperlukan untuk mendorong iklim berusaha yang kondusif.

Barantan sendiri terus mendorong akslerasi ekspor pertanian dengan melakukan pendampingan dan edukasi petani dan dunia usaha sehingga mampu memenuhi persyarataan sanitari dan phytosantiari di negara tujuan ekspor. Menurutnya, tindakan perkarantinaan berupa penerbitan sertifikast karantina baik Phytosanitary Certificate (PC) maupun Health Certificate (HC) berlaku lazim disemua negara. Karena itu Barantan bukan diposisikan menghambat arus eksportasi dan importasi produk pertanian,namun memastikan semua alurnya memenuhi jaminan kesehatan dan keamanan.kbc11

Bagikan artikel ini: