Penurunan tarif rapid tes antigen bikin penumpang KA Jarak Jauh langsung melesat 23 persen

Senin, 4 Oktober 2021 | 17:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat adanya kenaikan jumlah pelanggan KA (Kereta Api) Jarak Jauh sebesar 23 persen pada periode 24 September sampai 2 Oktober 2021. Tercatat, jumlah penumpang sebanyak 199.464 pelanggan, dengan rata-rata pelanggan harian sebanyak 22.163 pelanggan.

VP Public Relations KAI, Joni mengatakan, kenaikan jumlah penumpang KA Jarak Jauh tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor. Antara lain imbas dari kebijakan penurunan harga layanan rapid test antigen di stasiun dari sebelumnya Rp85.000 menjadi Rp45.000 untuk setiap pemeriksaan yang berlaku sejak 24 September 2021 lalu di 64 stasiun yang melayani Rapid Test Antigen.

"Terjadi pertumbuhan sebesar 23 persen jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya yakni 10-18 September 2021 dengan total volume sebesar 162.176 pelanggan atau rata-rata 18.020 pelanggan per hari. Kenaikan jumlah pelanggan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh penurunan tarif Rapid Test Antigen," ujarnya seperti dikutip, Minggu (3/10/2021).

Selain kebijakan penurunan harga layanan rapid test antigen, lonjakan penumpang KA Jarak Jauh juga dipengaruhi penambahan jumlah KA yang beroperasi. Seperti hadirnya KA Airlangga relasi Pasar Senen - Surabaya Pasar Turi PP.

"Serta adanya peningkatan layanan dari KAI seperti percepatan waktu tempuh KA, wifi gratis, live cooking, dan First Mile & Last Mile," beber Joni.

Joni memastikan, KAI akan terus memperkuat penerapan protokol kesehatan secara ketat untuk seluruh perjalanan KA Jarak Jauh maupun lokal. Di antaranya menerapkan sejumlah persyaratan bagi pengguna KA Jarak Jauh maupun KA Lokal untuk mencegah penularan virus Covid-19.

"KAI selalu mematuhi kebijakan yang ditetapkan pemerintah dalam hal penanganan Covid-19 pada moda transportasi kereta api," tekannya.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menerapkan tarif baru untuk layanan rapid test antigen di stasiun dari sebelumnya Rp85.000 menjadi Rp45.000 untuk setiap pemeriksaan. Tarif baru ini berlaku mulai 24 September 2021 di 64 stasiun yang melayani Rapid Test Antigen.

"Penyesuaian tarif merupakan salah satu bentuk peningkatan pelayanan KAI kepada pelanggan," ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus.

KAI menyediakan fasilitas rapid test antigen di stasiun dengan harga terjangkau bagi para calon pelanggan yang ingin melengkapi persyaratan naik kereta api Jarak Jauh. Syarat untuk dapat melakukan pemeriksaan Rapid Test Antigen di stasiun, calon pelanggan harus memiliki tiket atau kode booking KA Jarak Jauh yang sudah lunas.

"Sejak dibuka pada 21 Desember 2020 sampai dengan 21 September 2021, KAI telah melayani 1.043.582 peserta Rapid Test Antigen di Stasiun," ujar Joni.

Layanan rapid test antigen ini merupakan hasil dari sinergi BUMN antara KAI dan anak perusahaan Rajawali Nusantara Indonesia, Rajawali Nusindo, dan anak usaha Indofarma, Farmalab.

Harga baru tersebut akan berlaku mulai 24 September di 64 stasiun yang melayani perjalanan jarak jauh di berbagai daerah. Di antaranya Stasiun Gambir, Pasar Senen, Bekasi, Cikampek, Karawang, Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, Banjar, Cimahi, Cirebon, Cirebon Prujakan, Jatibarang, Brebes, Semarang Poncol, Semarang Tawang, Tegal, dan Pekalongan.

Selanjutnya Stasiun Cepu, Purwokerto, Kroya, Kutoarjo, Kebumen, Sidareja, Gombong, Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, Klaten, Purwosari, Wates, Madiun, Blitar, Jombang, Kediri, Kertosono, Tulungagung, dan Nganjuk.

Kemudian Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Bojonegoro, Lamongan, Jember, Ketapang, Banyuwangi, Rogojampi, Probolinggo, Kalisetail, Medan, Kisaran, Tanjung Balai, Kertapati, Lahat, Lubuk Linggau, Prabumulih, Muara Enim, Tebing Tinggi, Tanjungkarang, Martapura, Kotabumi, dan Baturaja. kbc10

Bagikan artikel ini: