Laba Antam moncer 442% jadi Rp1,53 triliun pada semester I

Rabu, 29 September 2021 | 12:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kinerja PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam cukup moncer sepanjang semester I tahun 2021.

Sekretaris Perusahaan Antam Yulan Kustiyan mengatakan, kinerja operasi dan keuangan perseroan yang solid tercermin dari capaian Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) pada semester I/2021 sebesar Rp2,49 triliun.

Capaian profitabilitas Antam pada periode tersebut tercermin pada capaian laba kotor sebesar Rp3,17 triliun, tumbuh 141% dari capaian laba kotor pada periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp1,31 triliun. Sementara itu, capaian laba usaha pada semester I 2021 tercatat sebesar Rp1,53 triliun, tumbuh signifikan 442% dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp281,65 miliar.

"Faktor pendukung tercapainya peningkatan ini adalah pertumbuhan tingkat penjualan serta pengelolaan biaya beban pokok penjualan dan usaha yang optimal. Pertumbuhan positif laba kotor dan laba usaha mendukung capaian laba tahun berjalan semester I/2021 sebesar Rp1,16 triliun," ujar Yulan dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Rabu (29/9/2021).

Selain itu, implementasi strategi operasional yang tepat mendukung capaian profitabilitas seluruh segmen operasi utama Antam yang berbasis pada komoditas nikel, emas, dan bauksit. Hal tersebut tercermin pada posisi arus kas bersih perusahaan yang diperoleh dari aktivitas operasi pada semester I/2021 sebesar Rp2,40 triliun, tumbuh signifikan lebih dari 17 kali dibandingkan semester I/2020 sebesar Rp141,43 miliar.

Capaian arus kas bersih dari aktivitas operasi tersebut memperkokoh perolehan kenaikan bersih arus kas dan setara kas Antam pada semester I/2021 yang mencapai Rp1,07 triliun, sehingga memperkokoh struktur keuangan Antam yang tercermin dari saldo kas dan setara kas pada semester I/2021 sebesar Rp5,12 triliun, tumbuh 70% dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp3,01 triliun.

Yulan menuturkan, pada tahun 2021, Antam berfokus pada strategi untuk mengembangkan basis pelanggan di dalam negeri, terutama pemasaran produk emas dan bijih nikel Antam, seiring dengan pertumbuhan tingkat penyerapan pasar dalam negeri.

Pada semester I/2021, total penjualan bersih Antam tercatat sebesar Rp17,28 triliun, meningkat 87% dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp9,24 triliun. Penjualan bersih domestik menjadi penyumbang capaian yang dominan sebesar Rp13,68 triliun atau 79% dari total penjualan bersih Antam.

"Berdasarkan segmentasi komoditas, penjualan produk emas menjadi kontributor terbesar terhadap total penjualan bersih sebesar Rp11,87 triliun (69%), disusul feronikel yang mencatatkan penjualan sebesar Ap2,59 tnisun (15%), bijih nikel sebesar Rp2,04 triliun (12%), serta segmen bauksit dan alumina sebesar Rp613,68 miliar (4%)," kata dia.

Pada tahun 2021, Antam berfokus dalam pengembangan basis pelanggan logam mulia di pasar dalam negeri. Hal tersebut seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas serta pertumbuhan permintaan emas di pasar domestik.

Kinerja penjualan emas Antam pada semester I 2021 mencapai 13.341 kg (428.923 troy oz), meningkat 69% dari capaian penjualan periode sebelumnya. Sementara itu, pada semester I/2021 Antam mencatatkan total volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung sebesar 719 kg (23.116 troy oz). kbc10

Bagikan artikel ini: