Sri Mulyani minta perbankan tak ragu salurkan kredit untuk sektor pariwisata

Selasa, 28 September 2021 | 09:22 WIB ET
Menkeu Sri Mulyani Indrawati
Menkeu Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta industri perbankan untuk tidak ragu dalam menyalurkan kredit kepada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah momentum pemulihan ekonomi domestik.

Bendahara negara ini memahami bahwa saat ini dunia usaha terutama perbankan masih ragu dalam menyalurkan kredit ke sektor-sektor yang terdampak signifikan, seperti pariwisata dan ekonomi kreatif.

Namun, dia meyakinkan saat ini pemerintah sudah mengerahkan berbagai cara untuk menjaga tren penurunan kasus harian Covid-19 dan hadir lewat anggaran untuk penanganan pandemi sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

"Hal ini untuk menciptakan kembali rasa percaya dunia usaha terutama perbankan untuk menyalurkan kredit lagi ke sektor yang masih dianggap punya risiko besar akibat Covid-19," ujarnya, Senin (27/9/2021).

Salah satu hal yang dilakukan pemerintah dalam menjaga pemulihan ekonomi secara keseluruhan adalah dengan menyediakan dana jumbo Rp 744,77 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021. Jumlah tersebut meningkat 6,4% dibandingkan dengan pagu anggaran semula yang sebesar Rp 669,43 triliun.

Paparan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangg Hartarto turut mendukung permintaan Sri Mulyani pada perbankan tersebut. Airlangga menjabarkan, saat ini sektor pariwisata diguyur bantuan bahkan hingga puluhan triliun.

Sebut saja bantuan senilai Rp 7,67 triliun untuk pengembangan kawasan strategi pariwisata nasional, eco wisata, dan pelatihan sumber daya manusia (SDM) di bidang pariwisata.

Kemudian, pemerintah memberi bantuan insentif pemerintah (BIP) kepada sektor pariwisata sebesar Rp 60 miliar. Angka ini tiga kali lipat besarnya dari anggaran BIP tahun lalu dengan sasaran 7 subsektor ekonomi kreatif, seperti aplikasi, game developer, kriya, fesyen, kuliner, dan sektor pariwisata.

Pemerintah juga memberikan hibah sebesar Rp 3,7 triliun yang dimasukkan dalam program PEN. Hibah ini diharapkan mampu mendukung sektor pariwisata di daerah yang perekonomiannya tertekan. kbc10

Bagikan artikel ini: