OJK tutup 425 investasi bodong dan 1.500 fintech lending ilegal

Selasa, 28 September 2021 | 08:47 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat telah menutup 425 investasi ilegal dan 1.500 fintech Peer to Peer (P2P) lending ilegal.

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara mengatakan, hingga semester satu 2021 ini setidaknya 425 investasi ilegal dalam kategori money game, crypto aset tanpa izin, forex dan robot forex tanpa izin telah ditutup.

"Selain investasi ilegal, kami bersama Satgas Waspada Investasi (SWI) telah menutup 1.500 fintech peer to peer lending yang ilegal dan beredar di masyarakat," ujar Tirta dalam Webinar Wake Up Call: Building Neo Economy Society, Senin (27/9/2021).

Dia juga menyebutkan, hingga 14 Juli 2021 OJK telah menghentikan 11 entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang.

Berikut daftar entitas yang dihentikan SWI:

1. PT. Bitrexgo Solusi Prima

2. PT. Payung Nuswantoro Internasional

3. PT. Sejahtera Bersama Solusindo (Good Deal Poin)

4. GIVE4DREAM

5. CV Indodata Group

6. GORICH INDONESIA/GORICH.IO

7. INDRA

8. ATM Produk

9. PT. Samudera Permata Digital

10. CANNIS

Tirta juga menjelaskan, bahwa perlu adanya literasi kepada masyarakat terkait entitas investasi ilegal ini agar tidak merugikan banyak orang.

"Maka dari itu, tentunya perlu edukasi di masyarakat mengenai investasi ilegal dan juga fintech peer to peer lending yang merugikan banyak pihak," ucap Tirta. kbc10

Bagikan artikel ini: