Peternak unggas Jatim kini bisa tebus harga jagung Rp4.500 per kg

Senin, 20 September 2021 | 22:15 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pertanian (Kementan) memfasilitasi pasokan pakan jagung untuk peternak mandiri di sejumlah kabupaten di Jawa Timur. Untuk tahap pertama, bantuan pakan ternak yang dialokasikan sebesar 100 ton.

Rofi, petenak dari Kelompok Ternak Layer Mandiri, Blitar, Senin (20/9/2021) membenarkan hal tersebut. Menurutnya, peternak membeli jagung pakan ternak sebesar Rp 4.500 per kilogram (kg) sesuai harga acuan pemerintah yang ditetapkan Permendag No 7 tahun 2020. Jauh lebih murah dari harga jagung pakan ternak yang sudah tembus di atas Rp 7.500 per kg.

"Hari ini sudah diterima jagung dari Pak Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Jagung ini akan kami manfaatkan untuk pakan ternak ayam kami di wilayah Blitar," ujar Rofi dalam keterangan tertulis.

Rofi menegaskan, tetap akan mengutamakan bahan baku pakan dalam negeri yakni jagung yang diproduksi petani dalam negeri sehingga adanya kerja sama dengan petani jagung di Sumenep, Bojonegoro, Blitar dan Lamongan dengan peternak Blitar yang dilakukan Kementan sangat membantu untuk jaminan pasokan jagung sebagai bahan baku pakan.

"Kami saat dipanggil Pak Jokowi di Istana menyampaikan bagaimana mencari jalan keluar agar telur bisa terserap. Harga telur ditekan kekuatan harga pasar. Kami tidak akan menekan petani, jika harga pakan naik maka kami berharap pada kebijakan pemerintah yang imbang buat petani dan peternak," terangnya.

Untuk harga jagung, lanjutnya, peternak bisa menyelesaikan dengan kemitraan petani jagung. Namun hal ini asalkan pabrik pakan dan pedagang jagung ini bersama-sama peternak menjaga harga pakan dan harga jagung, membeli dengan harga yang wajar.

"Itu kalau beli jagung dalam skala besar kan bisa menjadi panutan harga, semua akan mengikuti panutan. Jadi harga jagung itu sumber masalahnya ada pada pasar pakan. Ada dominasi pabrik terhadap pasar pakan, mempunyai stok jagung dan  itu bisa menpengaruhi harga jagung, sehingga  solusinya masalah hubungan antara peternak yang besar dengan kecil supaya take and give, tidak saling mematikan. Ingin kami adalah petani jagung menikmati untung, peternak untung, pabrik juga untung dan konsumen juga enak. Semua seimbang lah," tandas Rofi.

Sukarman, Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Kabupaten Blitar mengungkapkan rasa terima kasih karena mendapatkan distribusi jagung yang pendistribusian dibiayai Kementan. Jagung sudah didrop ke para peternak.

Sementara itu, Suprans, salah satu petani jagung Blitar berharap untuk menjamin pasokan jagung bagi peternak mandiri, produksi petani dapat ditampung semua sehingga nantinya tidak ada masalah kelangkaan stok jagung untuk pakan.

"Kalau perlu penambahan lagi kami akan dukung, kami perlu pipanisasi untuk pengairan supaya petani bisa tanam jagung untuk cukupi kebutuhan peternak yang lebih banyak," ujar Suprans.

Selain bantuan nyata pada jagung, pada Sabtu (19/9/2021) Kementan melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan juga menggelar penandatanganan perjanjian kerja sama antara petani jagung di Sumenep, Bojonegoro, Blitar dan Lamongan dengan peternak Blitar sehingga pendistribusian jagung ke peternak layer mandiri benar-benar terjamin. Kerjasama ini berlaku hingga 31 Desember 2022 dan dapat diperpanjang lagi sesuai kebutuhan dan kesepakatan.

Pada pertemuan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Hadi Sulistyo mengatakan, surplus jagung di Jatim sebesar 3,9 juta ton pipil kering. Perkembangan jagung di Jatim berdasar realisasi luas panen mencapai 1,061 juta ha dengan potensi hasil 5,88 juta ton pipil kering. Dengan demikian, adanya kerjasama petani jagung binaan Kementan di Jawa Timur dengan peternak Blitar dapat menjamin harga jagung petani dan pasokan jagung bagi peternak dengan harga yang wajar.

"Kalau hitungan kebutuhan pakan ternak 3,6 juta ton, maka produksi jagung Jatim bisa dikatakan mampu memenuhi. Memang setiap tahun terjadi permintaan jagung baik pakan maupun pangan sehingga memang perlu petani jagung dan peternak duduk bersama mengatasi solusi harga pakan ternak," ujar Hadi.

Hadi meyakinkan produksi jagung di Jatim lebih dari cukup. Ini tentunya berdasarkan data sesuai laporan dari Kabupaten-kabupaten tentang kondisi panen jagung. Tanam  jagung akan dimulai di bulan Oktober dan Dinas Pertanian kabupaten akan terus melaporkan data panen jagung secara mingguan.kbc11

Bagikan artikel ini: