Impikan ekonomi kreatif RI salip negeri K-Pop, ini strategi Sandiaga Uno

Senin, 20 September 2021 | 15:07 WIB ET
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ekonomi Kreatif (Ekraf) Indonesia ditargetkan bisa berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga 8% sampai 10%. Selain itu, Ekraf juga ditargetkan dapat menyalip Korea yang saat ini menempati posisi kedua.

"Kalau kita lihat aplikasi-aplikasi sebagai salah satu sub sektor sudah mencapai 100 unicorn atau decacorn bukan mustahil kita mencapai 15% dan menyalip Korea sebagai posisi nomor dua karena sekarang kita posisi ketiga. Amerika dengan Hollywood, Korea dengan K-pop," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam acara Wealth Wisdom 2021 secara virtual, akhir pekan lalu.

Dikatakannya, saat ini ekonomi kreatif telah berkontribusi sebanyak 7,4% terhadap PDB dengan nilai Rp 1.200 triliun. Pihaknya meyakini, target 8-10% bisa tercapai dengan berbagai stimulus yang diberikan pemerintah.

"Jadi kami yakin ini merupakan target yang representatif karena Amerika angkanya 12-15% malah ada beberapa negara yang sampai 20% karena kreativitas masyarakatnya yang semakin terasah. Berarti SDM ini harus kita dorong melalui pelatihan, pendampingan, melalui up skilling, re-skilling dan sertifikasi," ujarnya.

Sandiaga menuturkan, untuk mencapai target tersebut pihaknya telah membuat regulasi yang mendukung ekonomi kreatif salah satunya meluncurkan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual. "Jadi selain promosi, membuka akses permodalan bagi ekraf kita juga harus lindungi agar kreasi anak bangsa ini bisa tentunya memiliki nilai tambah," sambungnya.

Lebih lanjut, pandemi Covid-19 juga berperan aktif dalam membangun ekonomi kreatif untuk go digital. Selain itu, kata Sandi, pandemi memaksa pelaku usaha untuk meningkatkan keterampilan dengan membuat konten-konten kreatif.

Dia juga meyakini, target itu dapat didorong dengan berbagai gerakan nasional bangga buatan Indonesia, sehingga pasar Ekraf semakin luas bukan hanya bangga tetapi juga membeli produk lokal.

"Kita punya kegiatan seperti apresiasi kreasi Indonesia, program desa wisata yang mendorong sub sektor di bawah ekonomi kreatif jadi kita harapkan dengan semangat bersama kita target 8-10% bisa tercapai dan mungkin bisa lebih lagi," pungkasnya.

Setidaknya ada 17 sub sektor ekonomi kreatif yang saat ini berkembang di Indonesia. Sebanyak 70% didominasi oleh kriya, kuliner dan fashion. Dari total tersebut dibagi menjadi dua yakni sub sektor ekonomi kreatif unggulan dan prioritas. kbc10

Bagikan artikel ini: