Sabar! Umrah untuk Indonesia masih belum diizinkan

Senin, 20 September 2021 | 11:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbiania.com: Para calon jemaah umrah di Indonesia nampaknya harus lebih bersabar. Pasalnya, hingga kini pemerintah belum membuka kegiatan umrah ke Tanah Suci hingga pandemi Covid-19 terkendali.

"Saya infokan sampai saat ini umrah untuk Indonesia masih belum dibuka, kita masih menunggu keputusan untuk umrah kembali dibuka untuk jemaah Indonesia. Insya Allah syarat-syarat untuk umrah sudah kita sounding ke teman-teman travel umrah, dari mulai dosis vaksin lengkap, PCR dan lain-lain," kata Wakil Sekretaris Jenderal Serikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI), Adji Mubarok, Minggu (19/9/2021).

Adji bilang, persiapan persyaratan yang hendak dipenuhi oleh calon jemaah umrah, jika nanti Pemerintah Saudi Arabia sudah membuka pintu umrah untuk Indonesia.

"InsyaAllah, dalam waktu dekat pemerintah Saudi akan menginformasikan umrah untuk jemaah Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah Saudi Arabia tidak mewajibkan PCR dan karantina, kecuali peraturan dari pemerintah Indonesia menerapkan keberangkatan dan kepulangan mewajibkan adanya hasil test PCR.

Adapun persyaratan umrah di masa pandemi:

a. Usia di atas 18 tahun

b. Sudah vaksin 2 dosis

c. Vaksin Sinovac + vaksin booster

d. Vaksin Sinopharm + vaksin booster

e. Memiliki sertifikat vaksin (PeduliLindungi)

Jemaah umrah diperbolehkan dan mendapatkan fasilitas:

a. Salat 5 waktu di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram

b. Itikaf di Masjid

c. Umrah lebih 1 kali (tentative)

d. Ziarah

e. Hotel sekamar berdua (double)

f. Kapasitas bus maks. 25 pax

g. Makanan catering

h. Daftar aplikasi Tawakalna & Eatamarna jemaah oleh provider koordinasi dengan Muassasah

Kemudian, apabila jemaah terdeteksi Covid-19 saat di Saudi Arabia, maka biaya dicover oleh asuransi. Sertifikat vaksin asli harus di-upload di sistem visa. Provider visa mengambil paket melalui sistem Muasasah (include visa+hotel+bus+asuransi). kbc10

Bagikan artikel ini: