Resmi dibuka, K-UMKM EXPO 2021 jadi nafas segar bagi UMKM Jatim bangkit dari pandemi

Rabu, 15 September 2021 | 18:24 WIB ET
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim Mas Purnomo Hadi (kiri) pada penandatanganan kerja sama antara Pemprov Jatim dengan Shopee.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim Mas Purnomo Hadi (kiri) pada penandatanganan kerja sama antara Pemprov Jatim dengan Shopee.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur resmi menggelar pameran K-UMKM Expo 2021 di Atrium Grand City Surabaya, pada 15-19 September 2021. Kegiatan ini dalam rangka mendukung program pemerintah pusat dalam pemulihan ekonomi dan kebangkitan ekonomi nasional melalui promosi dan kolaborasi antara Koperasi dan UMKM sebagai ujung tombak ekonomi kerakyatan.

Pameran  K-UMKM Expo 2021 yang ke delapan ini diselenggarakan dengan bekerja sama dengan PT Amara Satu Raya dan didukung penuh oleh Shopee, dan Otoritas Jasa Keuangan.

Dalam pembukaan pada Rabu (15/9/2021), turut hadir Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Mas Purnomo Hadi.

Dalam sambutannya, Mas Purnomo Hadi menjelaskan, dengan mengusung tema "Semangat Gotong Royong Dalam Menyambut Kebangkitan K-UKM Serta Mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia", K-UKM Expo ke-8 Tahun 2021 ini dilaksanakan secara hybrid dengan konsep offline.

Selain itu, kegiatan juga digelar dengan melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat. Adapun untuk yang online nantinya dapat diakses melalui platform atau aplikasi Shopee (shopee.co.id) dan juga website dari K-UKM Expo 2021 sendiri di link www.kukmexpo.com.

"Pameran ini diikuti lebih dari 90 peserta terdiri dari UKM dari seluruh Jawa Timur yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta perbankan, e-commerce, asosiasi se-Jawa Timur, UKM batik, serta lainnya. agenda ini diharapkan bisa menjadi momentum gotong royong kebangkitan ekonomi kerakyatan Jatim," ungkap Mas Purnomo.

Dikatakannya pula, di acara ini, Dinas Koperasi dan UKM Jatim akan mempromosikan serta menampilkan produk unggulan daerah melalui penguatan sinergi dan kolaborasi komponen perekonomian bangsa. Tujuannya untuk memfasilitasi pemasaran produk unggulan daerah ke pasar nasional, regional, global termasuk pasar lokal.

"Kita juga mewujudkan koperasi usaha kecil dan menengah serta usaha mikro kecil dan menengah yang kompetitif dan berkarakter," katanya.

Dia juga berharap, agar pameran ini dapat mencapai target pengunjung baik secara online maupun offline.

"Beberapa OPD di lingkungan Pemprov Jatim dari beberapa kabupaten/kota juga mengikuti expo. Seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perikanan, Dinas Koperasi dari 38 kabupaten/kota, beberapa perbankan termasuk OJK. Oleh karenanya kami juga berharap target pengunjung juga besar," tandasnya.

Kerja sama Shopee

Mas Purnomo menambahkan, dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Shopee untuk 4 program strategis.

Antara lain, pembangunan Kampus UMKM Shopee Ekspor di Malang, mendukung pemasaran online khusus bagi UMKM Jawa Timur melalui kanal Shopee Pilih Lokal, memberi kesempatan pelaku UMKM di Jawa Timur untuk bisa mendapatkan modal usaha melalui program SPinjam dan melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM dengan menjangkau berbagai titik di Jawa Timur yang bersinergi dengan Bakorwil.

Direktur Shopee Indonesia, Handhika Jahja dalam sambutannya mengatakan, pihaknya senang bisa bersinergi dengan Pemprov Jawa Timur yang memiliki kesamaan komitmen dalam mendorong pemulihan ekonomi melalui sektor UMKM.

"Sejalan dengan komitmen #ShopeeAdaUntukUMKM, kami berkomitmen untuk dapat menjadi perpanjangan tangan para pelaku UMKM untuk menjawab tantangan yang dihadapi saat ini. Kami berharap, sinergi berkelanjutan antarpihak terkait pun dapat terus dilakukan, guna memastikan UMKM bisa bertahan serta berkembang, mulai dari pendampingan, pelatihan, penyaluran dana, dukungan logistik, hingga program ekspor," kata Handhika Jahja. kbc10

Bagikan artikel ini: