Target pemulihan ekonomi aglomerasi, Mojokerto gencarkan vaksinasi

Sabtu, 4 September 2021 | 03:48 WIB ET

MOJOKERTO –  Kantor Staf Presiden (KSP) terus mendukung percepatan program vaksinasi di wilayah Mojokerto, dengan harapan agar simpul-simpul ekonomi di wilayah aglomerasi Surabaya Raya segera dapat bergerak kembali.

“Perekonomian Kabupaten Mojokerto serta kabupaten dan kota di sekitar Surabaya, harus segera pulih karena menjadi penopang perekonomian di Jawa. Untuk mewujudkannya, vaksinasi di Kabupaten Mojokerto harus diatas 70 persen,” kata Abraham Wirotomo, Tenaga Ahli Utama KSP.

Disela-sela kunjungan ke Kabupaten Mojokerto untuk meninjau program percepatan vaksin COVID-19, Jum’at (3/9), tim KSP berdialog dengan Bupati Mojokerto, Ikfina Fathmawati di Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Mojokerto. 

Abraham berharap vaksin COVID-19 yang sudah tersedia di Kabupaten Mojokerto segera dihabiskan. Hal ini penting agar alokasi vaksin untuk wilayah aglomerasi bisa terserap maksimal. 

Ikfina mengakui, vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Mojokerto baru mencapai 30 persen. “Dari data yang saya terima, ada 246.957 orang sudah divaksin, baik itu dosis kesatu, kedua, dan ketiga,” ujarnya. Menurutnya, animo masyarakat untuk vaksin COVID-19 sebenarnya cukup besar. Apalagi, saat ini vaksin menjadi persyaratan administrasi untuk bekerja atau berkunjung ke pusat-pusat perbelanjaan. 

“Yang jadi kendala kami, masyarakat banyak yang memilih merek tertentu. Padahal ketersediaan merek tersebut terbatas,” sambung Ikfina. Hal ini karena kabar yang beredar di masyarakat, penerima vaksin merek tersebut tidak banyak mengalami KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). 

Namun, tim KSP sangat mengapresiasi upaya keras pemerintah daerah Mojokerto, termasuk salah satunya menggencarkan program vaksinasi di kalangan pesantren.

Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah di Kecamatan Pacet awalnya menolak vaksin COVID-19 AstraZeneca. Namun, pemerintah daerah kab. Mojokerto terus mengupayakan program vaksinasi ke ponpes ini melalui dialog. Kini ribuan santri di Mojokerto telah divaksinasi. 

Selain itu, sebagai salah satu kawasan Industri di Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Mojokerto melaporkan sudah melakukan vaksinasi bagi serikat pekerja. Program itu diikuti 7.500 pekerja industri padat karya di Kabupaten Mojokerto. 

 

Bagikan artikel ini: