AirAsia rambah bisnis ride hailing, pengamat ingatkan siap-siap masuk RI

Senin, 30 Agustus 2021 | 10:19 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 memaksa sebagian sektor usaha berupaya untuk mempertahankan bisnisnya agar tidak gulung tikar. Salah satunya adalah industri penerbangan yang terkena pukulan telak dan nyaris tumbang.

Inovasi bisnis dan pengambilan keputusan yang cepat pun harus ditempuh. Hal inilah yang dilakukan AirAsia. Perusahaan yang selama ini identik dengan maskapai penerbangan itu telah meluncurkan layanan baru yakni ride hailing atau platform transportasi online dengan nama ‘airasia ride’.

Pengamat Transportasi MTI, Djoko Setijowarno mengatakan, merambahnya maskapai LCC yang bermarkas di Malaysia itu ke bisnis transportasi digital tak terlepas dari efek pandemi. Pasalnya, selama pembatasan mobilitas, aktivitas orang bepergian kian menurun terutama dengan pesawat.

"Itu karena efek pandemi. Salah satunya karena sekarang ini kan acara-acara dinas bisa melalui virtual. Dari adanya kemudahan itu akan mengurangi perjalanan dinas," ujarnya seperti dikutip, Minggu (29/8/2021).

Djoko menuturkan, keputusan AirAsia merambah bisnisnya pada ride hailing tak lain karena bisnis. Pasalnya, menurut dia, di tengah situasi pandemi seperti sekarang ini hanya orang kreatiflah yang mampu bertahan.

Untuk diketahui, peluncuran ride hailing ini baru berlaku di Malaysia. Namun, Djoko memprediksi peluang ‘airasia ride’ untuk hadir di Indonesia itu ada. "Bisa saja nanti ada. Karena Indonesia ini merupakan pasar terbesar. Tapi semoga tarif yang dikenakan ke konsumen kita nggak sebesar transportasi online yang sekarang sudah ada di Indonesia," tuturnya.

Sebelumnya, AirAsia Group melalui anak usahanya Airasia Digital telah mengumumkan untuk mengambil alih operasional Gojek di Thailand. Sebagai bagian dari kolaborasi itu, Gojek akan menjadi salah satu pemegang saham di super app milik AirAsia Group yang dibangun oleh Tony Fernandes, bos Airasia Group. kbc10

Bagikan artikel ini: