Kejar target, produksi tebu PTPN X sudah mencapai 146.823 ton

Jum'at, 20 Agustus 2021 | 17:10 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X mengawali musim giling tahun 2021 pada tanggal 20 Mei, yang dimulai oleh dua Pabrik Gula (PG) miliknya, yaitu PG Gempolkrep Mojokerto dan PG Ngadiredjo Kediri. Hingga 18 Agustus 2021, PTPN X telah memproduksi gula sebesar 146.823 ton dengan tebu digiling 2,07 juta ton, dan rendemen 7,41 persen.

Realisasi tersebut mencapai 50 persen lebih dari target produksi gula tahun 2021 PTPN X sebesar 275.658 ton dengan jumlah tebu digiling sebesar 3,4 juta ton. Sementara target rendemen tahun ini sebesar 8 ,03 persen dengan produktivitas 73,17 ton per hektar.

"Angka produksi yang telah dicapai per 15 Agustus 2021 cukup baik. Sebagai upaya agar target tercapai, kami tetap melakukan monitoring, evaluasi, dan perbaikan setiap harinya, baik di sisi on farm maupun off farm. Pada sisi on farm, tebu yang masuk pabrik wajib memenuhi standar Manis, Bersih, Segar (MBS), sehingga nantinya rendemen yang dihasilkan juga tinggi. Pada sisi off farm, jam berhenti dan losses terus ditekan dengan maksimal," terang Direktur PTPN X, Tuhu Bangun di Surabaya, Jumat (20/8/2021).

Beberapa tantangan dihadapi oleh PTPN X pada musim giling tahun ini, diantaranya adalah kompetisi yang ketat dalam memperoleh bahan baku. Namun, PTPN X sudah mempersiapkan berbagai strategi untuk pengamanan tebu.

Dan setelah melewati satu bulan giling terlihat kinerja produksi tebu yang moncer dibanding tahun lalu baik dari jumlah gula yang dihasilkan, jumlah gula milik PTPN X dan rendemen yang naik dari tahun lalu.

"Berdasarkan parameter tersebut, PTPN X optimis akan ada perbaikan dari komoditas tebu jika dibandingkan tahun lalu," terang Tuhu.

Selain itu, PTPN X juga kian gencar melakukan optimalisasi aset dengan dengan memanfaatkan berbagai peluang bisnis yang ada. Diantaranya yaitu kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk membangun tempat penampungan pasir di Sukowono.

Optimalisasi aset lainnya dengan pemanfaatan tanah di Ngunut seluas 50 hektar yang kemungkinan akan dipakai oleh IAIN Tulungagung. Selain itu pemanfaatan lahan di wilayah Kediri untuk akses pengembangan Bandara Kediri dan optimalisasi Kebun Klaten seluas 10 hektar yang dimanfaatkan untuk budidaya berbagai komoditi dan akan ditanami tembakau FIK. Revenue dari optimalisasi asset ditargetkan Rp 15 miliar.kbc6

Bagikan artikel ini: