'Kulakan' dari Indonesia, Singapura jual emas perhiasan ke Timteng dengan harga lebih murah

Senin, 16 Agustus 2021 | 09:24 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perdagangan mencatat perdagangan emas dan perhiasan emas Indonesia laris manis di pasar internasional. Halnitu tercermin dari nilai penjualan produk ini mencapai US$8 miliar ke seluruh dunia.

"Jualan emas dan perhiasan emas kita ini unik, tahun lalu kita jual US$8 miliar ke seluruh dunia," kata Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi dalam Bincang-bincang Diaspora bersama Menteri Perdagangan, Jakarta, Sabtu (14/8/2021) malam.

Tiga negara dengan pembelian emas terbesar Indonesia yakni Singapura, Jepang dan Switzerland. Namun kata Lutfi setelah dipelajari lebih lanjut, pembelian tersebut ternyata hanya sebagai negara transit. Produk-produk tersebut kembali dijual ke pasar Timur Tengah.

"Ternyata barang-barang tersebut hanya mampir. Satu pertiga emas kita dijual ke Singapura, tapi ternyata mereka punya perjanjian perdagangan dengan UEA, dan harga jual ekspor dari Singapura lebih murah 5 persen dari pada langsung membeli ke Indonesia," kata dia.

Untuk itu, Lutfi mengaku akan melakukan negosiasi agar Arab Saudi membeli emas dan emas perhiasan langsung dari Indonesia, tak lagi melalui Singapura. Sebab barang yang dijualnya pun masih sama, buatan dari Indonesia.

"Jadi yang kita kerjakan ini negosiasi perjanjian Perdagangan CEPA dengan UEA supaya kita bisa tembus pasarnya langsung," kata dia.

Emas dan perhiasan emas Indonesia memang sudah dikenal berbagai negara, terutama yang dibuat di Surabaya dan Bali. Peluang ini kata Lutfi bisa dimanfaatkan para diaspora Indonesia di berbagai negara sebagai peluang bisnis. Memasarkan produk-produk Indonesia di luar negeri.

"Diaspora ini bisa menjadi perwakilan atau agen-agen penjualan perhiasan emas dan perak Indonesia. Ini bisa jadi terobosan yang bisa dilakukan diaspora di luar negeri," pungkas Lutfi. kbc10

Bagikan artikel ini: