Pasar lokal dongkrak penjualan Trias Sentosa 16,6 persen di 2020

Jum'at, 6 Agustus 2021 | 13:10 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Meski pasar masih dihantui pandemi Covid-19, namun produsen BOPP & PET Film, PT Trias Sentosa Tbk.masih mampu membukukan kinerja positif di tahun lalu. Hal ini dipengaruhi oleh potensi permintaan dari produk BOPP & PET Film yang selama ini banyak diimpor, sementara sejak pandemi, pasokan produk tersebut tersendat.

Direktur Utama PT Trias Sentosa Tbk, Sugeng Kurniawan menuturkan, pandemi Covid-19 secara tidak langsung membawa dampak positif bagi penjualan produk BOPP & PET Film perseroan. Dimana ketika banyak perusahaan yang selama ini impor kesulitan mendapatkan pasokan, beralih ke produk perseroan.

"Kinerja perseroan tahun 2020 meningkat. Ada dua faktor, anak usahanya sudah ready produksi mulai April 2020 pas setelah diumumkannya Covid-19 di Indonesia. Faktor lain susahnya impor dampak Covid-19 global, kapal susah, barang impor susah masuk Indonesia menjadi peluang besar bagi kami melakukan penetrasi pasar dengan meningkatkan produksi karena kebutuhan dalam negeri meningkat," jelasnya pada paparan publik usai RUPS perseroan di Surabaya, Kamis (5/8/2021).

Sugeng Kurniawan menambahkan, produksi perseroan pada tahun 2020 sebagian  besar untuk kebutuhan dalam negeri. Sampai akhir tahun 2020, komposisi ekspor 44 persen sementara domestic meningkat menjadi 56 persen. Permintaan produk domestik tinggi tinggi karena impor terganggu sementara perusahaan yang menggunakan BOPP & PET Film tetap produksi seperti makanan ringan untuk flexible packaging.

Sementara penjualan perseroan sepanjang tahun 2020 mencapai Rp 2,9 triliun, naik dibanding penjualan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,5 triliun.

"Secara total kinerja perseroan meningkat  16,6 persen. Untuk pasar domestik tumbuh 21 persen, sementara ekspor tumbuh 12  persen. Harga rata-rata bahan baku utama di 2020 justru 20 persen lebih rendah dari harga tahun 2019. Karena penurunan bahan baku, sebab lain karena harga minyak dunia sempat anjlok dibawah US$30, bahkan satu masa bulan Mei dan Juni," ulasnya.

Terkait kapasitas produksi, Sugeng Kurniawan menegaskan, kapasitas tahun 2020 full dengan penggunaan rata diatas 90 persen. Untuk tahun 2021 ini polanya masih sama dalam setengah tahun awal ini. Namun setelah Juli ada PPKM sehingga mempengaruhi penjualan karena banyak perusahaan yang mengurangi shift karyawannya karena produksi turun.

"Setengah tahun 2021 masih bisa memperbaiki kinerja dengan kenaikan sampai double digit. Bisa jadi kalau PPKM diperpanjang, kuartal III terkoreksi dan kemungkinan kenaikannya akan kembali di kuartal IV. Ekspansi akan tetap ada, tahun 2022 akan ada mesin line baru yang sudah siap produksi, mulai tahun ini sudah dirancang dan tuntas dan siap beroperasi akhir tahun 2022," jelasnya.

Untuk belanja modal tahun ini, yang sudah digunakan dari alokasi invest tahun 2022 sudah dipakai pada tahun 2021. Pasalnya proses finishing mesin baru butuh waktu sekitar 20 bulan mulai proses pemasangan sampai siap beroperasi.

"Yang sudah dipakai tahun ini sekitar Rp 100 miliar, unituk building dan mesin penunjang untk mesin pembuat film BOPP line baru di Krian dengan kapasitas 25 ribu ton kapasitas per tahun. Sekarang total kapasitas Trias di Indoensia 100 ribu ton, di Tianjin China kapasitas 115 ribu," beber Sugeng Kurniawan.

Dia menegaskan, estimasi pabrik selesai akhir 2022 dengan nilai invstasi satu line US$45 juta, hampir Rp 700 miliar. Pertimbangan manajemen menambah line baru karena pasar masih akan tumbuh untuk BOPP, terutama dari sektor makanan dan non makanan..untuk pasar dalam dan luar negeri dari produksi mesin baru.  Kebutuhan BOPP meningkat, paling realistis adalah pertumbuhan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 4-5 persen di luar pandemi.

Sementara hasil RUPS menyetujui Laporan direksi dan  membebaskan dewan direksi dari tanggung jawab atas laporan direksi tahun 2020. Menyetujui LK 2020 dan membebaskan dewan direksi dan dewan komisaris atas LK 2020. Menyetujui penggunan Dividen tunai Rp 10 per saham atau Rp 28, 08 miliar

Menyisihkan Rp 1 miliar dari laba bersih th 2020 untuk cadangan. Sisa laba untuk memperkuat struktur ekuitas perusahaan dan menyerujui penunjukan kantor akuntan publik untuk tahun buku 2021. kbc7

Bagikan artikel ini: