Sri Mulyani ingatkan potensi lonjakan varian Delta dari mitra dagang RI

Jum'at, 6 Agustus 2021 | 08:40 WIB ET
Menkeu Sri Mulyani Indrawati
Menkeu Sri Mulyani Indrawati

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengingatkan perlunya mewaspadai potensi lonjakan kasus Covid-19 terutama varian Delta, agar tidak menekan terlalu dalam pertumbuhan ekonomi. Pembatasan di negara mitra dagang Indonesia dikhawatirkan berdampak pada permintaan ekspor RI yang saat ini tumbuh tinggi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor RI pada kuartal II 2021 tumbuh 31,8 persen secara year on year (yoy). Ekspor semenjak kuartal I 2021 sudah mulai masuk ke zona positif dengan pertumbuhan 7 persen.

"Ekspor kita juga luar biasa tinggi dan terlihat karena ekonomi global yang mulai pulih. Dan kita lihat komoditas dari sisi jumlahnya meningkat baik itu ke negara-negara seperti China, Amerika Serikat (AS), yang semuanya menunjukkan pemulihan ekonomi cukup tinggi dan ini menyebabkan kinerja ekspor kita mengalami kenaikan baik dari sisi volume dan harga-harga komoditas," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers, Kamis (5/8/2021).

Namun demikian, perlu diwaspadai dampak terhadap permintaan eksternal dari lonjakan kasus Covid-19 di beberapa mitra dagang yang diikuti dengan pengetatan. Salah satu contohnya di India, yang saat ini mengalami lonjakan kasus positif.

India sendiri merupakan mitra dagang utama terbesar ke enam bagi Indonesia dengan pangsa pasar ekspor 5,5 persen.

"Kita perlu diwaspadai dengan adanya virus Delta yang sekarang juga menjalar ke seluruh dunia, yang kemudian menyebabkan ekonomi mengalami penurunan. Mungkin paling dramatis India, kemudian ekonominya juga mengalami dampak terlalu dalam. Jadi kita juga tidak boleh lengah," ungkapnya. kbc10

Bagikan artikel ini: