Mulai bergeliat, ekonomi Jatim Triwulan II/2021 tumbuh 7,05 persen

Kamis, 5 Agustus 2021 | 16:40 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Mulai normalnya kehidupan masyarakat pada periode triwuan II/2021 telah berdampak positif terhadap laju pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Data Badan Pusat Statistuk menunjukkan, perekonomian Jawa Timur Triwulan II-2021 tumbuh sebesar 7,05 persen.

“Sebagian besar lapangan usaha mengalami apresiasi atau pertumbuhan positif, kecuali lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan yang masih terkontraksi. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan usaha jasa lainnya sebesar 41,21 persen, diikuti transportasi dan pergudangan 22,67 persen dan lenyediaan akomodasi dan makan minum 14,81 persen,” ujar Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan kepada wartawan saat memaparkan kinerja ekonomi Jatim Triwulan II/2021 secara virtual, Surabaya, Kamis (5/8/2021).

Tingginya peningkatan pertumbuhan tersebut terjadi dipicu oleh semain membaiknya Lapangan Usaha Jasa Lainnya hingga mengalami kenaikan sebesar 41,21 persen. “Kondisi ini sebagai imbas dari mulai dibukanya beberapa tempat rekreasi dan hiburan meskipun jumlah pengunjung dibatasi,” ujarnya.

Sementara Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi tumbuh 5,45 persen sebagai akibat dari masih belum berakhirnya masa pandemi Covid-19 sehingga masih berlakunya WFH (Work From Home) dan SFH (School From Home) serta adanya larangan mudik yang menyebabkan trafik data meningkat pada saat momen lebaran. “Momen Ramadhan dan Idul Fitri turut andil juga dalam meningkatkan permintaan produk makanan dan minuman yang berimbas pada pertumbuhan lapangan usaha industri lengolahan sebesar 6,85 persen,” kata Dadang.  

Adapun dalam struktur perekonomian Jatim menurut lapangan usaha Triwulan II-2021 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu lapangan usaha industri lengolahan dengan kontribusi sebesar 30,23 persen, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 18,28 persen; serta pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 12,37 persen. Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhannya, lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 2,38 persen, diikuti industri pengolahan sebesar 2,04 persen.

“Jika dilihat dari sisi pengeluaran, semua komponen Produk Somestik Regional Bruto (PDRB) mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tertinggi pada ekspor luar negeri sebesar 21,16 persen disusul pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 5,24 persen, PMTB sebesar 1,77 persen, pengeluaran konsumsi LNPRT sebesar 1,59 persen, dan pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 0,01 persen,” katanya.

Tumbuhnya semua komponen dipengaruhi oleh kehidupan masyarakat yang mulai kembali normal dengan diberlakukannya kebijakan new normal oleh pemerintah. Konsumsi rumah tangga mengalami peningkatan dikarenakan sudah dibukanya kembali tempat hiburan dan rekreasi, meningkatnya penggunaan moda transportasi, dan penggunaan data internet yang terus naik disebabkan diberlakukannya WFH (Work From Home) dan SFH (School From Home).

Kenaikan komponen PMTB didorong oleh mulai adanya peningkatan aktivitas konstruksi yang ditandai dengan kenaikan realisasi pengadaan semen. Pengeluaran pemerintah mengalami kenaikan karena realisasi belanja pemerintah yang terserap untuk penanganan Covid-19 mengalami kenaikan. Kenaikan ekspor dipengaruhi oleh beberapa komoditi utama di Jawa Timur mengalami peningkatan seperti tembaga, kayu dan barang dari kayu, bahan kimia organik, dan kertas.

Sedangkan ekonomi kumulatif Jawa Timur sampai dengan Triwulan II-2021 sebesar 3,20 persen (c-to-c). Sebagian besar lapangan usaha mengalami apresiasi, namun beberapa lapangan usaha mengalami kontraksi. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Jasa Lainnya sebesar 10,73 persen, selanjutnya Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 7,13 persen, Informasi dan Komunikasi 6,91 persen serta Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 5,84 persen. kbc6

 

Bagikan artikel ini: