Sabar! Subsidi kuota internet baru cair September, ini alasannya

Kamis, 5 Agustus 2021 | 14:17 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, bantuan kuota internet untuk siswa, mahasiswa, guru dan dosen pada tahun ini baru bisa dilanjutkan pada September 2021. Pasalnya, ada jeda satu bulan dengan tidak adanya pemberian subsidi kuota internet pada Agustus 2021.

Dikatakan Menkeu, bantuan kuota internet baru bisa diberikan mulai September 2021 karena adanya proses pembaruan data bagi siswa dan mahasiswa pada tahun ajaran baru. Pasalnya, pasti ada perubahan data karena peralihan misalnya dari PAUD ke Sekolah Dasar.

"Untuk 2021 ini, kuota internet diberikan mulai September hingga November 2021. Hal ini disebabkan kenapa tidak Agustus, karena kita memutuskan masih memerlukan proses bagi siswa dan mahasiswa untuk memperbarui datanya setiap tahun ajaran baru. Sehingga diperlukan adanya proses untuk pembaruan," ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers, Rabu (4/8/2021).

Menurutnya, basis data awal yang dipakai sebelumnya akan berbeda seiring dengan tahun ajaran baru. Oleh karena itu, data yang sudah dipakai sebelumnya sampai pertengahan 2021 perlu diperbarui.

"Namun untuk kebijakannya tidak berubah, termasuk berapa besar kuota internet yang diterima," tuturnya.

Bantuan kuota internet merupakan salah satu kebijakan pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sektor pendidikan.

Untuk siswa PAUD, diberikan kuota internet sebesar 7GB per bulan, siswa Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) 10GB per bulan, guru PAUD dan Dikdasmen 12GB per bulan, serta dosen dan mahasiswa pendidikan tinggi 15GB per bulan.

Untuk di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), pemerintah akan menyalurkan anggaran Rp 2,3 triliun untuk lanjutan bantuan kuota internet bagi 26,8 juta siswa, mahasiswa, guru, dan dosen mulai September hingga November 2021.

Rinciannya adalah dana sebesar Rp 88,35 miliar untuk 1.529.949 siswa PAUD, Rp 1.693,60 miliar untuk 20.528.602 siswa Dikdasmen (Pendidikan dasar dan menengah), Rp 154,44 miliar untuk 1.560.073 guru PAUD dan guru Dikdasmen, serta Rp 404,98 miliar untuk 3.272.620 orang dosen dan mahasiswa. kbc10

Bagikan artikel ini: