Jamu IBOE gelar PPKM rayakan Hari Jamu Nasional, apa itu?

Rabu, 4 Agustus 2021 | 09:32 WIB ET
Direktur Utama Jamu IBOE Stephen Walla (kiri) saat penandatangan MoU dengan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga.
Direktur Utama Jamu IBOE Stephen Walla (kiri) saat penandatangan MoU dengan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga.

SURABAYA, kabarbisnis.com: Para pelaku industri jamu terus mendorong kampanye konsumsi jamu sebagai warisan bangsa kepada masyarakat. Hal ini dimaksudkan agar jamu tetap dikenal dan dibudayakan oleh masyarakat khususnya para generasi muda.

Seperti yang dilakukan Jamu IBOE yang menggelar serangkaian kegiatan, dalam menyambut dan merayakan Hari Jamu Nasional yang jatuh pada tanggal 27 Mei.

Beragam kegiatan yang tentu digelar secara terbatas dan virtual dengan penerapan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19, diawali dengan rangkaian selama sebulan penuh mulai 27 Mei 2021.

Kegiatan tersebut diantaranya talkshow virtual dengan mengangkat tema "Jamu Antara Kesehatan dan Gaya Hidup", yang menghadirkan Bupati Sukoharjo dan Peneliti di Rumah Riset Jamu B2P2TOOT.

Juga talkshow virtual dengan Yayasan Negeri Rempah yang membahas tentang 111 Tahun Jamu IBOE. Talkshow dengan tema "Produk Kolonial di era Milenial" di Surabaya, hingga talkshow bersama Prodi Battra Fakultas Vokasi Unair. Digelar juga acara "Njamu Bareng Jamu IBOE" dengan melakukan kunjungan ke beberapa panti asuhan.

Juga dilakukan pemberian materi sejarah dan perkembangan jamu kepada Duta Wisata Raka-Raki Jawa Timur, Duta Anti Narkoba Sidoarjo dan Duta Kampus Unisma.

Tak hanya itu, Jamu IBOE juga melakukan penandatanganan MoU kerjasama dengan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) yang dilakukan secara langsung oleh Stephen Walla selaku Direktur Utama Jamu IBOE.

Menurut Stephen Walla, penandatanganan MoU tersebut merupakan langkah awal untuk menyelaraskan program link and match antara Fakultas Vokasi Unair dengan kebutuhan industri, khususnya Jamu IBOE.

"Sehingga akan tercipta pengembangan SDM untuk perkembangan ekonomi khususnya dari sektor industri," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (3/8/2021).

Pihaknya bersyukur seluruh rangkaian kegiatan tersebut disambut hangat oleh masyarakat.

Oleh karenanya, Jamu IBOE melanjutkan rangkaian kegiatan yang dinilai lebih mengena ke masyarakat di tengah keterbatasan kegiatan seiring diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah guna menekan penyebaran wabah Covid-19.

Kali ini, Jami IBOE menggelar kompetisi yang dinamai PPKM (Pikir-Pikir Kreasi Menu) yaitu lomba kreasi makanan, minuman dan dessert yang diselenggarakan secara online di media sosial dengan menggunakan produk IBOE Natural Drink.

Kompetisi ini terbuka untuk umum dengan periode pada 26 Juli hingga 26 Agustus 2021.

Stephen Walla menambahkan, seluruh kegiatan tersebut diadakan dalam upaya Jamu IBOE untuk menyosialisasikan, mengedukasi dan menimbulkan kesadaran khususnya kepada generasi milenial tentang keberadaan jamu yang merupakan warisan heritage dari kebudayaan yang luhur.

"Besar harapan kami untuk kedepannya, jamu selalu melekat dihati dan ingatan masyarakat, sehingga produk warisan nenek moyang yang luhur ini tidak dilupakan," ujar Stephen.

Dia juga berharap jamu dapat kembali menjadi healthy lifestyle masyarakat Indonesia dalam kesehariannya terutama di masa pandemi seperti saat ini. kbc7

Bagikan artikel ini: