RI petakan peluang ekspor perikanan ke Timur Tengah

Senin, 2 Agustus 2021 | 08:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menemukan pasar produk perikanan negara-negara Timur Tengah cukup potensial untuk meningkatkan ekspor perikanan Indonesia.

Data International Trade Center (2020) menunjukkan, permintaan rata-rata produk perikanan dari negara-negara Timur Tengah setidaknya tumbuh 4,3% per tahun dalam kurun 2017-2019.

Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina menyebutkan ekspor Indonesia ke Timur Tengah masih kalah jauh dibandingkan Thailand yang menguasai 71% pasar impor Timur Tengah untuk produk tuna, tongkol, cakalang (TTC). "Timur Tengah ini peluang pasar yang perlu kita optimalkan," tegas Rina di Jakarta, Minggu (1/8/2021).

Pada periode yang sama, rata-rata nilai impor komoditas perikanan Timur Tengah terhitung mencapai 2,64% dari total nilai impor komoditas perikanan dunia. Pada 2017 nilai impor komoditas perikanan Timur Tengah mencapai US$3,05 miliar dan meningkat menjadi US$3,32 miliar pada 2019 atau sekitar 2,67% dari total nilai impor komoditas perikanan dunia.

Rina mengungkapkan, Indonesia telah mengekspor ikan tuna dalam kemasan kaleng ke sejumlah negara di Timur Tengah. Selanjutnya ia menyebutkan, potensi pasar ikan Timur Tengah yang dapat digarap, di antaranya adalah ikan patin dan ikan tawar lainnya. "Selama ini yang menguasai pasar Timur Tengah untuk ikan patin adalah Vietnam," sambungnya.

Selain komoditas konsumsi, Rina memastikan adanya peluang ekspor ikan hias yang menjadi hobi paling populer di dunia. Menurutnya Indonesia memiliki potensi produksi dan keanekaragaman jenis atau species diversity ikan hias tertinggi di dunia.

Dia pun menyatakan, pemerintah siap menggenjot ekspor ke Timur Tengah sekaligus berkompetisi dengan komoditas perikanan dari negara lain.Karena itu, dalam seminar daring bertajuk Harmonisasi Sistem Jaminan Kesehatan Ikan dalam Rangka Pemenuhan Persyaratan Ekspor Ke Timur Tengah yang digelar Rabu (28/7/2021), KKP mengajak para pelaku usaha untuk terus meningkatkan ekspor hasil perikanan berlabel halal. Kemudian memiliki nilai kualitas berupa sistem jaminan kesehatan ikan.

Rina memaparkan, sistem jaminan kesehatan ikan yang sesuai dengan standar internasional, yaitu mengacu pada Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE), FAO (Codex), dan ketentuan khusus negara mitra dagang, termasuk Timur Tengah.

"Dinamisnya pasar di Timur Tengah memungkinkan terjadinya persaingan dagang yang cukup ketat, ditambah dengan adanya hambatan teknis dan non-teknis di negara mitra dagang," jelasnya.

Dia berharap melalui forum ini, pasar Timur Tengah bisa menjadi target pasar yang perlu dipertimbangkan para pelaku usaha perikanan Indonesia. Khususnya untuk akses pasar potensial seperti Oman, Turki, Arab Saudi, Mesir, dan Iran.

"Forum ini menjadi ajang pertukaran informasi tentang sistem jaminan kesehatan ikan dalam rangka pemenuhan persyaratan ekspor komoditas perikanan ke Timur Tengah," tandas Rina.kbc11

Bagikan artikel ini: