Pakuwon bidik pertumbuhan marketing sales 40 persen di 2021

Senin, 5 Juli 2021 | 20:35 WIB ET
Dari kiri Direktur Keuangan PT Pakuwon Jati Tbk Minarto Basuki, Komisaris Richard Adisastra, dan Sutandi Purnomosidi selaku Direktur Commercial Surabaya saat RUPS perseroan, Senin (5/7/2021).
Dari kiri Direktur Keuangan PT Pakuwon Jati Tbk Minarto Basuki, Komisaris Richard Adisastra, dan Sutandi Purnomosidi selaku Direktur Commercial Surabaya saat RUPS perseroan, Senin (5/7/2021).

SURABAYA, kabarbisnis.com: Emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) membidik pertumbuhan marketing sales sepanjang tahun 2021 ini sebesar 30-40 persen, seiring dengan menggeliatnya perekonomian dan sejumlah stimulus oleh pemerintah terhadap sektor properti.

Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Pakuwon Jati, Minarto Basuki mengatakan, meski di tengah pandemi Covid-19, namun dengan adanya upaya pemulihan ekonomi oleh pemerintah, seperti relaksasi pajak pertambahan nilai (PPN) untuk sektor properti, tingkat suku bunga perbankan yang rendah, termasuk gencarnya program vaksinasi, sektor bisnis tahun ini diyakini akan membaik.

"Kami optimis tahun ini akan lebih baik dibanding tahun 2020 lalu, dimana kami menargetkan ada pertumbuhan 30-40 persen dari tahun lalu," kata Minarto pada paparan publik perseroan secara virtual, Senin (5/7/2021).

Keyakinan tersebut juga didasarkan pada pencapaian pendapatan perseroan pada kuartal I/2021 yang positif.

Berdasar laporan keuangan perseroan, sepanjang kuartal I/2021, marketing sales mencapai Rp 427 miliar, tumbuh 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai marketing sales tersebut ekuivalen dengan 30,5% dari target perseroan untuk tahun 2021 sebesar Rp 1.400 miliar.

Sementara pendapatan perseroan pada kuartal I tahun 2021 sendiri sebesar Rp 1,116 triliun. Dari angka tersebut, recurring revenue sebesar Rp 610 miliar, sedangkan development revenue senilai Rp 506 miliar.

"Kami akan tetap pertahankan revenue yang balance dari recurring maupun development sales. Tahun lalu recurring income memberikan kontribusi 58 persen dan development sales 42 persen," ujar Minarto.

Sementara itu sepanjang tahun 2020, perseroan membukukan pendapatan bersih tahun 2020 Rp 3.977 miliar, turun 44,8% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 7.202 miliar. Sedangkan EBITDA sebesar Rp 2.051 miliar, turun 48,6% dibanding tahun sebelumnya Rp 3.992 miliar.

Walaupun mengalami penurunan pendapatan sebagai dampak pandemi Covid-19, rasio laba PWON untuk 2020 masih tetap terjaga double digit yakni 30%, selain itu arus kas Perseroan tetap kuat dan positif sehingga mampu mendukung kebutuhan belanja modal maupun ekspansi anorganik yang dilakukan Perseroan pada tahun 2020 dengan pendanaan sepenuhnya dari kas internal.

Komposisi pendapatan tahun 2020 terdiri atas 58% recurring revenue dan 42% development revenue, konsisten dengan strategi Perseroan untuk tumbuh dengan komposisi pendapatan yang berimbang antara recurring dan development revenue.

Recurring revenue perseroan tahun 2020 mencapai Rp 2.300 miliar turun 37,7% dibandingkan tahun 2019 yang sebesar Rp 3.693 miliar.

Development revenue perseroan tahun 2020 mencapai Rp 1.677 miliar sedangkan tahun lalu sebesar Rp 3.509 miliar.

Minarto menambahkan, tahun ini perseroan menganggarkan capital expenditure (capex) sebesar Rp 900 miliar, yang akan dialokasikan untuk kelanjutan pengembangan proyek Pakuwon Mall Bekasi dan beberapa proyek properti di Surabaya.

Pusat perbelanjaan itu yang berdiri di atas lahan seluas 43.000 meter persegi itu akan mulai dibangun tahun ini. Konstruksinya akan mulai tahun ini. kbc7

Bagikan artikel ini: