Lily Soeryadjaya, istri pendiri Astra meninggal dunia

Selasa, 29 Juni 2021 | 17:07 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Istri pendiri grup Astra William Soeryadjaya, Lily Soeryadjaya, pada Selasa (29/6/2021) dini hari. Ucapan duka cita pun mengalir dari berbagai kalangan.

Dalam unggahannya di Instagram, cucu dari William dan Lily, David Aditya Soeryadjaya menyampaikan kabar duka tersebut. Dia mengungkapkan kecintaan kepada neneknya, dan berharap dapat beristirahat dengan tenang.

"Ini nenek buyutmu Oma Lily Soeryadjaya. Dia adalah istri dari kakek buyutmu Opa William Soeryadjaya. Aku senang kalian bertiga berhasil menghabiskan waktu bersamanya. Aku mencintainya, dan semoga dia beristirahat dengan tenang," ungkapnya.

"Terima kasih untuk semua yang telah Anda lakukan. Tanpamu, aku tidak tahu akan jadi apa aku. Aku mencintaimu selama-lamanya. Sampaikan salam untuk Opa, ibuku dan seluruh keluarga di sana. 19 Oktober 1923 - 29 Juni 2021," imbuhnya.

Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Pandu Sjahrir juga mengucapkan turut berduka cita. Dia pun berharap Tuhan memberkati almarhum.

Aktris Raline Shah juga menyampikan belasungkawa. Semoga keluarga yang ditinggalkan juga mendapatkan berkah di tengah kesedihan.

Sebelumnya, Head of Corporate Communications Astra Boy Kelana Soebroto mengungkapkan mendapatkan kabar duka meninggalnya istri dari William Soerjadjaja pagi ini.

"Kami menerima kabar tadi pagi. Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Ibu Lily Soeryadjaya pada 29 Juni 2021 pukul 01.40 WIB di RS Medistra, Jakarta," jelasnya, Senin (29/6/2021).

Keluarga besar Astra pun mendoakan almarhumah agar segala amal kebaikannya diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga Soeryadjaya diberikan ketabahan dan kekuatan.

Lily merupakan sosok istri dari William Soeryadjaya yang menikah pada 15 Januari 1947. Pernikahan tersebut dikaruniai 4 orang anak yakni Edward Soeryadjaya, Edwin Soeryadjaya, Joyce, dan Judith.

Pada tahun 1957, William bersama adiknya, Tjia Kian Tie, dan temannya, Lim Peng Hong serta Teddy Thohir, mendirikan PT Astra yang belakangan berkembang menjadi PT Astra Internasional.

Astra awalnya memasarkan minuman ringan dan mengekspor hasil bumi. Usaha otomotif dimulai pada tahun 1968-1969. Saat itu, Astra mulai mengimpor truk dan dalam waktu 13 tahun saja, sudah 72 perusahaan yang bernaung di bawah bendera grup itu.

Pada akhir tahun 1992, jumlah perusahaannya sudah mencapai sekitar 300 usaha, bergerak di berbagai sektor: otomotif, keuangan, perbankan, perhotelan dan properti. kbc10

Bagikan artikel ini: