Temuan produk ekspor perikanan RI terpapar Covid-19 di China, ini penjelasan KKP

Kamis, 24 Juni 2021 | 17:33 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah China menemukan produk ekspor perikanan dari Indonesia yang terindikasi Covid-19.Terkait hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah melakukan pertemuan bilateral dengan otoritas setempat.

Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono menjawab kritik Ketua Komisi IV DPR RI Sudin terkait lemahnya sistem jaminan mutu produk hasil perikanan yang diekspor dari Indonesia. Menurut Trenggono produk perikanan tersebut telah dilakukan disinfeksi unit pengolahan ikan sebelum dikirim.

"Namun dari seluruh produk tersebut, ternyata masih ada sekitar 20 produk yang terindikasi terpapar virus corona. Terkait pembelian produk hasil perikanan Indonesia oleh China yang terindikasi atau terpapar virus Covid-19 terhadap 20 kasus produk yang terpapar Covid-19 dari 14 UPI seluruhnya telah diinfeksi," ujar Trenggono dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR, Kamis (24/6/2021).

Trenggono mengatakan, KKP telah melakukan sejumlah langkah strategis agar ekspor produk perikanan Indonesia ke China tak terganggu.Salah satunya, melakukan pertemuan dengan General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC) untuk memastikan UPI mempunyai prosedur dan melakukan proses desinfeksi terhadap sarana dan prasarana, termasuk kemasan dari penyuplai.

"Melakukan pengujian kemasan atau produk hasil perikanan serta penerapan suspend untuk ekspor ke China jika tidak menerapkan protokol kesehatan dan jaminan keamanan hasil perikanan," jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerima 20 notifikasi produk perikanan Indonesia yang teridentifikasi positif Covid-19. Hal ini disampaikan Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) pada 15 Juni 2021 lalu.

Terkait hal itu, Pusat Pengendalian Mutu BKIPM juga telah melakukan penangguhan internal terhadap 14 UPI eksportir produk perikanan dan meminta mereka untuk melakukan pengendalian paparan Covid-19 pada seluruh rantai kegiatan produksi. hulu-hilir, termasuk terhadap pekerja. KKP menerima sebanyak 20 notifikasi dari otoritas China terkait dengan ditemukannya kasus paparan Covid-19 pada produk hasil perikanan asal Indonesia.

Indonesia melalui BKIPM KKP, lanjutnya, juga telah melakukan harmonisasi dengan pihak otoritas GACC tentang notifikasi produk perikanan melalui pertemuan bilateral sebanyak 9 kali. Selain itu, Pusat Pengendalian Mutu BKIPM telah melakukan internal suspend terhadap 14 UPI eksportir produk perikanan dan meminta mereka untuk melakukan pengendalian paparan Covid-19 pada seluruh rantai kegiatan produksi hulu-hilir, termasuk terhadap pekerja.

Rina mengaku terdapat 10 negara yang melakukan protes ke WTO terhadap tindakan China terkait impor produk perikanan. Kendati demikian, Indonesia memilih pendekatan bilateral untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, sehingga produk perikanan Indonesia bisa tetap diekspor ke China.

Dalam pertemuan bilateral, BKIPM pun meminta klarifikasi teknis terhadap paparan Covid-19 kepada GACC. Hal ini dikarenakan baik produk, kemasan, peralatan proses dan pekerja telah diuji Covid-19 dan dinyatakan negatif.kbc11

Bagikan artikel ini: