Pakuwon Group kembali tawarkan produk bebas PPN, harga mulai Rp500 jutaan

Kamis, 24 Juni 2021 | 09:03 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Stimulus berupa bebas pajak pertambahan nilai (PPN) oleh pemerintah untuk pembelian properti baru siap huni (ready stock) rupanya disambut hangat masyarakat.

Hal ini juga dimanfaatkan kalangan pengembang dengan menggenjot penjualan rumah atau apartemen ready stock guna memberikan kesempatan bagi konsumen di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Seperti yang dilakukan pengembang properti Pakuwon Group, yang menggelar pameran produk-produk unggulannya, dengan tema 'Pakuwon Group Property Exhibition 2021' di Fashion Atrium Pakuwon Mall Surabaya, pada 23-27 Juni 2021.

GM Marketing Pakuwon Group Hario Utomo mengatakan, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada masyarakat dapat memiliki properti berkualitas mulai rumah dan apartemen siap huni, ruko dan office siap bisnis, di seluruh proyek Pakuwon Group Surabaya Barat, Surabaya Timur dan Surabaya Pusat.

"Banyak promo menarik yang kita tawarkan, mulai produk properti dengan harga mulai Rp 500 jutaan, free interior, cicilan mulai Rp 2,9 jutaan dan tentunya free PPN 100 persen," katanya di sela pameran 'Pakuwon Group Property Exhibition 2021' di Fashion Atrium Pakuwon Mall Surabaya, Rabu (23/6/2021).

Tak hanya itu, di hari terakhir pameran, akan diundi 1 unit mobil Mitsubishi Xpander bagi pembeli yang beruntung selama pameran.

Hario menambahkan, Pakuwon Group juga berkolaborasi dengan berbagai Bank penyedia KPR/KPA dengan tujuan selain memperoleh harga properti yang lebih ekonomis juga agar konsumen bisa berinteraksi langsung dengan bank-bank. Pembeli juga mendapatkan percepatan persetujuan KPR/KPA. Dalam Property Expo kali ini, pembeli akan mendapatkan banyak keuntungan, yakni suku bunga yang rendah dengan proses approval yang lebih mudah.

Beberapa produk yang dipamerkan di ajang tersebut diantaranya Pakuwon Mall Mansion dengan Benson Tower dan La Viz Mansion e Grand Pakuwon di Surabaya Barat.

Juga ada Tunjungan City Superblock dengan Office Pakuwon Tower dan Kondominium One Icon Residence di Surabaya Pusat, hingga Kota Mandiri Pakuwon City dengan landed house dan Apartemen East Coast Mansion Amor Tower di Surabaya Timur.

Selama gelaran tersebut, perseroan menargetkan bisa mencapai penjualan sebesar Rp200 miliar.

"Banyak produk yang akan ditawarkan dalam pameran ini, termasuk produk yang ada promo spesial dan jumlahnya tidak banyak, hanya 3 - 4 unit," ujarnya.

Dia menambahkan, produk unggulan untuk segmen rumah tapak juga ada yang ready stock. Hario menyebut proyek pengembangan Grand Pakuwon Surabaya Barat. Saat ini tersisa sebanyak 40 unit rumah siap huni dengan luas 4 x5 meter dan 7 x9 meter dengan harga sekitar Rp2 miliar - Rp3 miliar.

"Tapi ini kami mulai bangun lagi di Grand Pakuwon sebanyak total 350 unit," imbuhnya.

Proyek di Pakuwon City Surabaya Timur, lanjut Hario, juga terus dikembangkan dengan harga Rp3 miliar - Rp5 miliar. Bahkan, ujarnya, ada klaster baru sebanyak 11 unit dengan harga Rp12 miliar - Rp20 miliar dan sudah terjual 2 unit. Begitu juga unit apartemen siap huni akan ditawarkan dalam gelaran pameran tersebut.

"Untuk segmen middle up ini tampaknya sudah mulai bergairah, ini juga karena adanya kebutuhan rumah untuk dihuni, bukan untuk investasi. Misalnya ada pembeli yang anaknya sudah mulai kuliah, lalu menyiapkan rumah untuk anaknya," imbuhnya.

Director of Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi menambahkan, sejak Maret, insentif PPN yang diberikan pemerintah ini disambut baik oleh masyarakat untuk membeli properti.

"Makanya kami memberikan kesempatan terakhir bagi masyarakat untuk memanfaatkan insentif dari pemerintah untuk mendapatkan rumah dan apartemen siap huni, yang tentunya dengan fasilitas dan lingkungan bintang lima," ujarnya.

Dikatakan Sutandi, stimulus bebas PPN oleh pemerintah juga ikut mendorong kinerja positif pada penjualan perseroan. Dimana pada semester I/2021 kinerjanya cukup positif.

"Sebagai contoh penjualan sampai Maret itu target kami adalah Rp150 miliar, ternyata tercapai Rp300 miliar berkat adanya relaksasi PPN. Kabarnya relaksasi ini akan diperpanjang sampai Desember, ya ini bagus dan untungnya kami tidak berhenti untuk membangun proyek," ujarnya.

Peningkatan penjualan tidak hanya didorong faktor relaksasi PPN. Faktor lainnya adalah berbagai program promo yang disiapkan perseroan termasuk dalam kegiatan pameran yang rutin digelar di mal-mal.

"Faktor pendorong bergairahnya pasar properti di tengah pandemi ini bukan hanya karena free PPN, bahkan ada yang tidak mengambil relaksasi di segmen tertentu. Ini karena ada kebutuhan rumah untuk tinggal sehingga pembelinya memang banyak end user," jelas Sutandi. kbc7

Bagikan artikel ini: