Dorong industri kuliner mendunia, ini strategi BPOM

Rabu, 23 Juni 2021 | 13:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito mengatakan, sejak 1 Mei 2021, BPOM telah melakukan pendampingan kepada 92 pelaku usaha produsen bumbu pangan, dan 30 di antaranya sudah mendapatkan Nomor Izin Edar (NIE) produk. Sementara sisanya masih dalam tahap Good Manufacturing Practice (GMP).

Hal itu disampaikan dalam penandatanganan nota kesepahaman antara BPOM dengan Kementerian Koperasi dan UKM tentang Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di bidang Obat Tradisional, Kosmetik dan Pengolahan Pangan.

"Dukungan Badan POM untuk UMKM pangan dan program pemerintah yang sedang berproses yaitu Indonesia Spice up the world, mendukung bagaimana kuliner Indonesia bisa go internasional yang didukung dengan bumbu dalam hal ini juga merupakan produk dari UMKM," kata Penny, dalam Launching Dukungan BPOM untuk UMKM Pangan Menuju Indonesia Spice Up The World, Selasa (22/6/2021).

Di samping itu, Penny menjelaskan, program Indonesia Spice up The World, adalah program yang sedang dikoordinasikan oleh Kementerian bidang kemaritiman dan investasi, untuk mendukung dan mendorong restoran-restoran kuliner Indonesia supaya semakin dikenal secara internasional termasuk bumbu-bumbu dan rempah Indonesia untuk juga masuk ke pasar mancanegara.

"Harapannya dengan dukungan ini akan terus bertambah, tentunya dengan adanya nanti dukungan dari Kementerian UMKM mudah-mudahan dengan program yang ada bisa di link kan, sehingga lebih luas lagi jangkauan kita untuk UMKM yang bisa di kita dukung bersama-sama," ujarnya.

Dalam program Indonesia Spice Up The world ada beberapa kegiatan yang BPOM lakukan untuk mendukung UMKM, di antaranya BPOM melakukan pendampingan untuk meningkatkan daya saing dan kekuatan branding produk bumbu atau pangan olahan dari rempah Indonesia hasil pelaku UMKM Indonesia. Kemudian, mendorong dan membantu produsen bumbu untuk melakukan ekspor. kbc10

Bagikan artikel ini: