Tak hanya industri, kawasan Ngoro juga dilengkapi mal dan bisnis ekonomi kreatif

Senin, 21 Juni 2021 | 20:59 WIB ET

MOJOKERTO – Kawasan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, akan segera punya kawasan bisnis yang di dalamnya meliputi pergudangan, ruko, mall, hotel, rumah hingga rumah kos premium yang berisi pusat grosir, swalayan, foodcourt, dan tempat-tempat pelatihan pengembangan SDM. 

Pengembang LIFE (Life Industrial First Estate) melakukan seremoni peletakan batu pertama pembangunannya, Senin (21/6) bersama dengan Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati.

Harapannya, SPS Corporate lewat LIFE Development dapat meninggalkan legacy bagi masyarakat Ngoro. Kabupaten ini tak hanya “sibuk” di jam kerja tapi juga punya tempat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan gaya hidup sekelas di perkotaan.

Direktur LIFE Balok Purwoko menjelaskan bahwa potensi bisnis dan daya beli penduduk yang bekerja dan tinggal di Ngoro, Mojokerto cukup menjanjikan. Ada lebih dari 27.000 karyawan yang bekerja di kawasan yang terkenal dengan kompleks industrial ini. Mulai pekerja ekspatriat, para petinggi perusahaan hingga karyawan yang minimal bergaji UMR di atas 4,2  juta. 

“Ngoro Business Park ini akan dibangun di lahan seluas 2,5 hektar. Digunakan untuk pusat grosir, swalayan, foodcourt dan tempat-tempat pelatihan atau kursus pengembangan SDM. Tak hanya membangun business park, tapi juga business people,” ungkap Balok.

Hadirnya Ngoro Business Park memang diharapkan juga dapat membantu UKM dan UMKM di Ngoro naik kelas di ruko, mall maupun foodcourtnya. Ada pula pergudangan mulai ukuran 180 m2. Ukuran ini tidak terlalu besar, pas untuk menampung skala produksi UKM.

Tenant-tenant yang diproyeksikan masuk ke mall pertama di Ngoro, Mojokerto ini adalah rumah makan, café, salon & beauty clinic, bengkel motor, bengkel mobil, toko sepeda & komunitasnya, fashion store, electorik dan lainnya. “Ambience-nya akan dibuat layaknya mall metropolitan tapi dengan sentuhan kearifan lokal Mojokerto,” ungkap Balok.

Candi menjadi kata kunci wisata yang langsung mengarah ke kabupaten ini. Dengan dibangunnya mall di Ngoro, diharapkan juga bisa menyambut wisatawan dengan fasilitas yang lengkap.

Tim Marketing LIFE Development Dedy Wahyu Asari menyebut lokasi Ngoro Business Park sangat startegis, persis di sisi jalan nasional Jl Raya Gempol - Mojokerto. “Artinya mudah dijangkau untuk proses bongkar muat dari pabrik di kawasan industri, juga mudah dijangkau para karyawan pabrik dan wisatawan yang lewat,” kata Dedy. 

Selanjutnya, Dedy menjabarkan tipe yang ditawarkan. Untuk area mall atau pusat bisnis, terdapat tipe satu lantai dan dua lantai dengan besar unit dari 25 m2 hingga 150 m2. Sedagkan untuk pergudangan, mulai skala UKM 180 m2 hingga 420 m2. Mall akan dibangun dengan konsep semi-outdoor. “Akan banyak area publik untuk kegiatan entertain. Pandemi Covid-19 masih belum bisa diprediksi kapan berakhirnya, karena itu konsep semi-outdoor dipilih untuk keamanan dan kenyamanan,” ungkap Dedy. Pergudangan yang dibangun pun tidak sembarangan, tapi menggunakan sistem terintegrasi yang paling modern.

Dalam situasi pandemi ini, lanjut Balok Purwoko,  pengembang LIFE (Life Industrial First Estate) ingin memberikan kepastian dan kemudahan dalam berbagai hal di project pertamanya ini. Pembangunan pasti dilaksanakan sejak groundbreaking.

“Untuk gudang dan ruko, sudah langsung SHGB Split, sedangkan mall kepemilikannya sudah langsung HGB Strata,” ungkapnya. LIFE development merupakan ekspansi terbaru dari SPS Corporate Group yang selama ini telah berpengalaman di dunia manufaktur. Sebelumnya, SPS Corporate lewat anak perusahaan PT Mekabox Putera telah sukses menjual ruko pergudangan Sentra Pergudangan Bambe Driyorejo, Gresik. 

Dalam kesempatan groundbreaking, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati mengatakan Pemkab Mojokerto berharap investasi SPS Corporate Grup ini dapat mengurangi pengangguran terbuka di wilayahnya akibat Covid-19. “Pembangunan Ngoro Business Park ini merupakan satu harapan besar bagi kami pemerintah maupun masyarakat karena keberadaannya akan mendongkrak laju ekonomi di Mojokerto,” katanya.

Julius Komang, Owner Putra Boga Grup yang cukup antusias dengan kehadiran Ngoro Business Park. “Potensinya besar. Dilihat dari banyaknya pekerja di sini, umr juga lumayan tinggi, optimis bisa meningkatkan gaya hidup di ngoro,” jelas pemilik grup yang memiliki brand Suteki, Bebek Semangat dan Penyetan Cok asal Surabaya ini.

Bagikan artikel ini: