21 Juni, SBR010 mulai ditawarkan minimum pembelian Rp1 juta

Jum'at, 18 Juni 2021 | 13:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bakal membuka penawaran Savings Bond Ritel (SBR) 010 pada 21 Juni 2021 pukul 09.00 WIB.

SBR merupakan instrumen obligasi negara tanpa warkat, tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, tidak dapat dicairkan sampai dengan jatuh tempo, kecuali pada masa early redemption.

Untuk itu ini kesempatan bagi kamu investor ritel yang ingin berinvestasi jangka menengah di surat utang pemerintah, berhubung penutupan masa penawaran tanggal 15 Juli 2021 pukul 10.00 WIB.

Mengutip siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, Jumat (18/6/2021), investor bisa membeli dengan minimal Rp 1 juta dan maksimal Rp 3 miliar.

Sama seperti SBR lainnya, jenis kupon SBR010 adalah mengambang dengan tingkat kupon minimal (floating with floor) dengan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI7DRRR).

Tingkat kupon untuk 3 bulan pertama adalah 5,10 persen, yakni berasal pada tingkat BI7DRRR saat ini sebesar 3,50 persen ditambah spread 160 bps (1,60 persen).

Tingkat kupon berlaku 22 Juli 2021 hingga 10 Oktober 2021.

Tingkat kupon berikutnya akan disesuaikan setiap 3 bulan pada tanggal penyesuaian kupon sampai dengan jatuh tempo.

"Tingkat kupon sebesar 5,10 persen adalah berlaku sebagai tingkat kupon minimal, dan tingkat kupon minimal tidak berubah sampai dengan jatuh tempo," tulis DJPPR.

Ada beberapa tanggal yang mesti kamu catat, yakni penetapan hasil penjualan 19 Juli 2021, setelmen 22 Juli 2021, dan jatuh tempo 10 Juli 2023.

Adapun periode pengajuan early redemption dibuka 27 Juli 2022 pukul 09.00 WIB dan ditutup 4 Agustus 2022 pukul 15.00 WIB.

Tanggal setelmen early redemption adalah 10 Agustus 2022 dan nilai maksimalnya adalah 50 persen dari setiap pembelian yang telah dilakukan pada masing-masing mitra distribusi.

"Sebelum melakukan pemesanan pembelian, setiap calon investor kiranya telah memahami memorandum informasi SBR010 yang dirilis pada tanggal 21 Juni 2021," tulis DJPPR.

Untuk mengetahui 26 mitra distribusi lebih lanjut, ini daftarnya:

1. Bank umum

Bank BCA, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Permata, Bank BRI, Bank BTN, Maybank Indonesia, CIMB Niaga, Bank OCBC NISP, Bank Panin, Bank DBS Indonesia, HSBC Indonesia, UOB Indonesia, Bank Commonwealth, Bank Danamon Indonesia, dan Bank Victoria International.

2. Perusahaan efek

Trimegah Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, Bahana Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas.

3. Fintech

Bareksa Portal Investasi, Nuansa Sejahtera Investama (Invisee), Star Mercato Capitale (Tanamduit), Investree, Koinworks, dan Modalku

Bagikan artikel ini: