Agar ekonomi pulih, bank diminta genjot porsi kredit UMKM

Rabu, 16 Juni 2021 | 13:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank-bank nasional dinilai perlu menaikkan pagu kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Pasalnya, penyaluran kredit bank kepada UMKM dinilai berdampak besar bagi pemulihan ekonomi, yang notabene UMKM menyerap 99 persen tenaga kerja.

"Kalau ingin pulih cepat, maka menggerakkan ekonomi di level UMKM menjadi pilihan utama, karena perputaran bisnisnya relatif lebih cepat dan langsung bersentuhan dengan upaya penyerapan tenaga kerja." ujar Wakil Direktur Indef Eko Listiyanto dalam siaran pers, Rabu (16/6/2021).

Adapun secara nasional, total kredit UMKM hanya sebesar 19,68 persen. Namun di BRI, portofolio kredit UMKM sudah mencapai 80,60 persen dari seluruh kredit perseroan. Bank bersandi saham BBRI itu terus meningkatkan penyaluran kredit hingga 85 persen.

Selain menaikkan kredit UMKM, Eko menilai perlu adanya kebijakan insentif dari perbankan ke UMKM termasuk mendampingi UMKM agar menjadi nasabah yang layak didanai bank.

Sebab jika UMKM tidak dibimbing, maka usahanya sulit berkembang. Bahkan bisa saja kata Eko, UMKM menjadi sasaran empuk berbagai bentuk pembiayaan nonformal ilegal yang saat ini mengepung.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

Daftarkan email.

Eko bilang, pembentukan ekosistem ultramikro yang dirancang pemerintah saat ini punya momentum untuk mengurangi jerat pinjaman ilegal oleh pengusaha mikro yang umumnya berbunga mahal.

"Di samping itu juga berfungsi mendorong peningkatan pembiayaan formal ke UMKM dan ultra mikro," tutur Eko.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menambahkan, kredit UMKM dapat mendorong sektor ini tetap berkembang selama pandemi.

Mengutip data ILO, 90 persen UMKM mengalami tekanan keuangan selama pandemi. Kemudian studi lain menyebutkan, 70 persen UMKM mengharapkan bantuan dalam bentuk kredit modal kerja untuk kembali memulai usahanya.

Artinya, porsi kredit menjadi sangat penting. Dengan kredit modal kerja yang diberikan, pelaku UMKM bisa merekrut kembali karyawan, membeli bahan baku, hingga menolong ekonomi keluarga.

"Multiplier effect-nya sangat luas sehingga UMKM menjadi backbone dalam percepatan pemulihan daya beli kelas menengah dan bawah," beber Bhima.

Selain itu ia menilai, porsi kredit UMKM dari kredit perbankan nasional harusnya mencapai 30-40 persen.

Adapun saat ini, hanya BRI yang memiliki porsi kredit UMKM terbesar. Tercatat hingga akhir Maret 2021 penyaluran kredit BRI tercatat sebesar Rp 914,19 triliun.

Penopang utama pertumbuhan kredit BRI adalah kredit mikro sebesar Rp 360,03 triliun atau tumbuh 12,43 persen secara tahunan.

"Harusnya bukan halangan, karena bank bisa lakukan channeling ke BPR misalnya, dan fintech juga," pungkas Bhima. kbc10

Bagikan artikel ini: