Kebanjiran stok, harga sepeda anjlok 30 persen

Rabu, 16 Juni 2021 | 10:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) menyatakan terjadi penurunan harga sepeda, khususnya untuk sepeda lipat, sebesar 20 persen hingga 30 persen akibat kelebihan pasokan (oversupply).

Ketua Apsindo Eko Wibowo Utomo menyebut, akibat booming sepeda tahun lalu, dilakukan pemesanan impor sepeda untuk memenuhi kebutuhan. Namun, pada Agustus lalu, Kementerian Perdagangan menerbitkan peraturan pembatasan impor sepeda.

Karena adanya penundaan (delay), sepeda impor yang sejatinya dijadwalkan masuk RI pada tahun lalu baru dapat didistribusikan pada awal tahun ini. Sesuai hukum pasar, akibat kelebihan pasokan tersebut, maka harga pun harus menyesuaikan alias turun.

"Terjadi hukum pasar karena pasokan lebih banyak dari demand (permintaan), maka penyesuaian harga khususnya sepeda lipat turun 20 persen-30 persen," jelasnya seperti dikutip, Selasa (15/6/2021).

Dia menyebut ada beberapa jenis sepeda dijual seharga modal karena ketatnya persaingan. Selain banting harga sepeda jadi, dia membeberkan hal lain yang dilakukan oleh distributor adalah mengutak-atik komponen menjadi yang lebih murah guna menyesuaikan harga pasar.

"Dari dealer harga sudah turun, beberapa produk dijual di harga modal," kata dia.

Pada tahun lalu, dia mencatat penjualan sepeda mencapai 7 juta unit. Angka itu, menurut dia, seharusnya bisa lebih tinggi lagi bila tidak diberlakukan pembatasan impor sepeda.

Untuk tahun ini, dia memproyeksikan maksimal penjualan sepeda bakal menurun menjadi 5 juta unit. Proyeksi dibuat menyesuaikan dengan penurunan penjualan yang ada.

Guna meningkatkan penjualan sepeda, dia berharap agar pemerintah dapat mendukung lewat meningkatkan fasilitas pesepeda di jalan raya.

Selain membuat masyarakat menjadi lebih sehat, ia menilai penggunaan sepeda sebagai alat transportasi juga dapat membantu menekan polusi udara, khususnya di kota-kota besar. kbc10

Bagikan artikel ini: