Kadin desak pemerintah guyur insentif ke e-commerce yang jual produk UMKM

Selasa, 15 Juni 2021 | 11:56 WIB ET
Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani
Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan P Roeslani mengusulkan kepada pemerintah untuk memberikan insentif kepada perusahaan e-commerce yang memfasilitasi penjualan produk usaha mikro kecil menengah (UMKM). Insentif sendiri bisa berupa fiskal maupun pajak.

"Saya sudah menyampaikan kepada pemerintah bahwa kalau ada e-commerce atau marketplace misalnya Shopee pada saat ini menjual barang-barang UMKM diberikan insentif. Bisa berbentuk insentif fiskal atau pajak," terangnya dalam Webinar Shopee bertajuk UMKM Indonesia Menuju Pasar Global, Senin (14/6/2021).

Rosan menjelaskan, pemberian insentif merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas kontribusi e-commerce dalam meningkatkan penjualan produk UMKM.

Selain itu, pemberian insentif juga diharapkan bisa memacu e-commerce untuk lebih banyak lagi memfasilitasi penjualan aneka produk UMKM ke pasar domestik maupun mancanegara. Dengan begitu, juga akan menstimulus semangat para UMKM untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan agar memenuhi standar ekspor.

"Jadi, kita ingin mendorong marketplace dan UMKM ini mendapatkan akses manfaat yang lebih besar dari kolaborasi dan sinergi itu," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, skema bebas ongkir jelang Lebaran sebagai upaya mendukung usaha para pelaku ekonomi kreatif (ekraf). Mekanisme pelaksana teknis pemberian bebas ongkir akan dilaksanakan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan dijalankan oleh pemilik e-commerce.

"Ini adalah bentuk kegiatan pemerintah di tengah-tengah kesulitan ekonomi, pemerintah memunculkan program ini yang pelaksanaannya oleh Kemendag, yang tentunya bekerja sama dengan perusahaan pemilik platform e-commerce," katanya.

Menteri Sandiaga menambahkan, bahwa skema bebas ongkir ini dilakukan sebagai bentuk kompensasi peniadaan mudik Lebaran. Hal ini bertujuan mendorong pelaku ekonomi kreatif untuk mengambil peluang pengiriman produk ekonomi kreatif. Mengingat, tidak jarang ongkos kirim lebih mahal dibandingkan dengan harga produk, maka subsidi ongkir dirasa perlu.

"Karena ada larangan mudik, jadi pemerintah memberikan satu kebijakan yang diharapkan menggairahkan disaat mendekati Lebaran. Dalam program ini juga bertujuan agar Idulfitri 2021 masih bisa berbahagia dengan dikirimi produk-produk ekonomi kreatif. Dan ini adalah bagian dari inovasi, adaptasi, dan kolaborasi di mana insentif ongkir sangat dibutuhkan oleh para pelaku UMKM dan masyarakat saat mereka tidak bisa pulang ke kampung halamannya," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: